TasteAtlas
Kue Putu Masuk Daftar 100 Kuliner Terbaik Versi TasteAtlas.

TIMETODAY.IDTasteAtlas, situs yang membahas kuliner di seluruh dunia, baru-baru ini merilis daftar 100 kuliner terbaik dari seluruh dunia. Salah satu makanan asal Indonesia yang masuk daftar tersebut adalah kue putu.

Ya, kue putu disebutkan dalam daftar 100 Most Popular Cakes in the World (100 Kue Terpopuler di Dunia) dan 100 Best Rated Cakes in the World (100 Kue Terbaik di Dunia).

Mengutip penjelasan dari situs TasteAtlas, kue putu adalah kudapan kukus dari tepung ketan yang diberi bumbu dan warna dari daun pandan. Adonan kue dikukus secara tradisional dalam tabung bambu dan bagian tengahnya diisi gula aren. Setelah matang, kue putu akan disantap bersama taburan kelapa parut segar.

Baca Juga :  PBB Hanya Bisa Keluarkan Kata “Mengecam” soal Demo Berdarah Myanmar

TasteAtlas

Nama kue putu tentu bukan sesuatu yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Meski saat ini keberadaannya cukup sulit dicari, di beberapa daerah masih ditemukan penjual kue putu yang berkeliling dengan gerobak sederhana. Sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara, mari mengenal kue putu lebih dalam.

Kue putu yang unik

Kue putu yang dimaksud TasteAtlas di Indonesia juga dikenal dengan sebutan kue putu bambu. Kudapan ini terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, tepung tapioka, daun pandan, dan gula merah. Untuk proses pembuatannya, semua tepung dan daun pandan ditaruh di dandang kukusan yang telah dilapisi kain, kemudian dikukus.

Baca Juga :  Putin Tak Lagi Hormati Kepemimpinan Amerika

TasteAtlas

Setelah itu, diangkat dan diaduk bersama gula, garam air, dan vanili bubuk sampai adonan berbulir halus. Kemudian, adonan putu siap dimasukkan ke dalam cetakan, tak lupa bagian tengahnya diisi gula merah, dan dimasak dalam dandang panas sampai matang. Setelah matang, kue bisa dinikmati bersama kelapa parut.

Kue putu rupanya telah dikenal sejak zaman Dinasti Ming dan saat itu disebut XianRoe Xiao Long yang artinya kue dari tepung beras berisi kacang hijau. Namun, ketika kudapan ini masuk ke Indonesia bagian isinya diganti menjadi gula merah.

Tinggalkan Balasan