Kedua menurutnya, ada kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) atau dana transfer umum untuk digunakan bagi penerima bansos dibidang Transportasi dan UMKM.

“Jadi di kota bogor akan kita alokasiakan sebesar 4,6 miliar hitungan dua persen dari DAU disisa 3 bulan berjalan di tahun ini. Kita akan arahkan nanti, untuk pengemudi angkot, ojek online dan UMKM,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Sinergi Bahas Rencana Pengembangan Pasar Cibinong dan Kawasan Stadion Pakansari

Namun, kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait dengan usaha dan bagaimana penyaluran secara teknis.

Kemudian, lanjut Bima, kami akan selalu melakukan konsolidasi untuk selalu memonitor stabilitas harga bahak pokok di jalur distribusi maupun produksi bahan pokok di Kota Bogor

Baca Juga :  Ini 24 Titik Rawan Longsor di Kota Bogor

“Jadi kalu ada kecenderungan naik maka akan dilakukan langkah cepat. Kita akan berkoordinasi dengan para stakeholder untuk mengintensifkan gerakan pangan dan gerakan keamanan pertahanan pangan untuk menanam komoditas apa saja yang bisa menstabilkan harga,” pungkas Bima. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Tinggalkan Balasan