Kamis, Oktober 6, 2022
No menu items!
BerandaNasionalIhsan : Ade Yasin Tidak Terlibat, Semua Saksi Mengaku Diperas Oknum Auditor...

Ihsan : Ade Yasin Tidak Terlibat, Semua Saksi Mengaku Diperas Oknum Auditor BPK

TIMETODAY.ID, BANDUNG – Ihsan Ayatullah sebut Ade Yasin tidak terlibat, itulah yang dikatakan Ihsan dalam kesaksiannya saat persidangan dan semua saksi mengaku diperas oknum auditor BPK.

Para saksi yang dihadirkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku diperas dengan berbagai modus dalam perkara dugaan suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat.

Seperti yang disampaikan oleh Mujiyono, Kasubbag Keuangan Kecamatan Cibinong dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin. Ia mengaku sempat dimintai uang oleh auditor BPK bernama Gerry Ginajar Trie Rahmatullah yang kini berstatus tersangka oleh KPK.

Baca Juga :  Polisi Bawa 2 Kantong Jenazah Dari Lokasi Ledakan Gereja Katedral Makassar

Menurutnya, Gerry meminta uang senilai Rp 900 juta, yang merupakan asumsi 10 persen dari nilai pagu perkejaan infrastruktur di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Cibinong.

“Setelah permintaan Gerry, saya melaporkan ke camat, kemudian camat memanggil lurah. Kemudian saya sampaikan ada permintaan dari BPK, 10 persen dari infrastruktur,” ujarnya.

Mujiyono menyebutkan, saat itu semua lurah keberatan dengan adanya permintaan BPK karena kondisi keuangan yang memprihatinkan. Para lurah bahkan mengaku siap diaudit secara terang-terangan oleh auditor BPK mengenai seluruh laporan pekerjaan infrastruktur.

“Jangankan untuk menutupi Rp900 juta, untuk menangani COVID warga yang terpapar saja bingung. Gerri tetap meminta uang antara lima persen sampai 10 persen. Saya menyampaikan, para lurah siap diperiksa oleh BPK. Lurah tidak ada takutnya,” beber Mujiyono.

Baca Juga :  Tidak Ada Pengkondisian WTP Antara Auditor BPK dengan Ade Yasin

Saksi lainnya, Achmad Wildan Kabag Anggaran Pada BPKAD Kabupaten Bogor mengaku pernah dimintai uang dengan alasan ongkos ketik oleh auditor BPK bernama Hendra Nur Rahmatullah yang kini juga berstatus tersangka oleh BPK.

Saat itu, Wildan sempat ingin memberikan uang tunai senilai Rp5 juta, tapi ditolak oleh Hendra dengan alasan nominalnya terlalu kecil.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU