TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), roda regenerasi terus berputar. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali menandatangani mutasi besar-besaran di tiga matra, melibatkan 278 perwira tinggi dan menengah.
Langkah itu tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah penunjukan Mayjen TNI Bangun Nawoko sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin, menggantikan pejabat sebelumnya. Jabatan lama Bangun sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad kini akan diisi oleh Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo.
Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (14/10/2025) dan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur komando di seluruh wilayah Indonesia.
Sosok Pangdam Baru: Prajurit Kostrad yang Dikenal Sniper Andal
Mayjen Bangun Nawoko bukan nama asing di kalangan prajurit infanteri. Lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri (Kostrad) ini dikenal sebagai perwira tempur sejati. Sebelum menduduki jabatan strategis di Kostrad, Bangun sempat dipercaya sebagai Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap.
Karier panjangnya di medan tempur membuat Bangun dikenal sebagai jenderal yang tak hanya piawai memimpin, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Ia pernah memperlihatkan teknik menembak sniper secara nyata di hadapan pasukan dalam sesi latihan, sesuatu yang jarang dilakukan seorang perwira tinggi.
Bangun juga menyandang berbagai brevet kehormatan elite seperti Para Raider, Cakra Kostrad, dan Intai Tempur (Taipur) — simbol kompetensi seorang prajurit garis depan.
Dalam situs resmi TNI dijelaskan, penyandang brevet Taipur merupakan prajurit dengan kemampuan khusus: menggunakan senjata tradisional seperti sumpit dan panah, menembak tepat dengan pistol dan senapan, infiltrasi dengan LCR, hingga kemampuan bunuh senyap dan penghancuran sasaran dalam air.
Penghargaan dan Pengakuan dari Negara
Dedikasi dan pengabdian Mayjen Bangun juga mendapat pengakuan negara. Dalam Presidential Inspection di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Teluk Jakarta beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama kepadanya.
Penghargaan tersebut menjadi bukti penghormatan atas jasa dan kontribusi Bangun Nawoko dalam mendukung tugas TNI Angkatan Darat serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Mutasi kali ini menjadi bagian dari pembenahan organisasi dan penyegaran kepemimpinan di tubuh TNI, yang terus digalakkan oleh Panglima Agus Subiyanto.
Dengan perwira-perwira berpengalaman seperti Bangun Nawoko di garis depan, TNI diharapkan tetap sigap menghadapi tantangan baru — baik di dalam negeri maupun dalam konteks pertahanan kawasan.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































