TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menggunakan catokan memang menjadi cara praktis untuk menata rambut. Namun, paparan suhu tinggi secara berulang dapat merusak struktur rambut jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat. Akibatnya, rambut menjadi kering, kusam, bercabang, hingga mudah patah.
Agar rambut tetap sehat meski sering ditata, ada beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan secara rutin.
Mengapa Rambut Mudah Rusak karena Catokan?
Rambut memiliki lapisan pelindung yang disebut kutikula. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi bagian dalam rambut dari kerusakan.
Paparan panas dari alat styling dapat mengikis kutikula sehingga rambut kehilangan kelembapan alami. Selain penggunaan catokan, kerusakan rambut juga bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:
- Pewarnaan atau bleaching yang mengubah struktur rambut.
- Menyisir rambut saat masih basah sehingga batang rambut lebih mudah patah.
- Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam waktu lama.
- Berkurangnya minyak alami (sebum) yang menjaga kelembapan rambut.
Beberapa tanda rambut mulai rusak antara lain ujung bercabang, tekstur kasar, kusam, mudah kusut, dan lebih mudah patah.
Cara Merawat Rambut yang Sering Dicatok
1. Gunakan sampo khusus rambut rusak
Pilih sampo yang diformulasikan untuk membantu memperbaiki rambut akibat paparan panas. Produk dengan kandungan seperti Pro-Vitamin B5, keratin, kolagen, atau protein dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat batang rambut.
2. Jangan lewatkan penggunaan kondisioner
Kondisioner membantu menutup kembali kutikula rambut setelah keramas sehingga rambut terasa lebih halus dan mudah diatur.
Penggunaan kondisioner secara rutin juga membantu mengurangi gesekan antarhelai rambut yang dapat menyebabkan rambut mudah patah saat disisir.
3. Gunakan masker rambut secara rutin
Masker rambut memberikan nutrisi lebih intensif dibandingkan kondisioner biasa. Perawatan ini membantu mengembalikan kelembapan rambut yang hilang akibat panas alat styling maupun proses pewarnaan.
Masker rambut dapat digunakan satu hingga dua kali seminggu, terutama jika rambut terasa sangat kering atau kasar.
4. Aplikasikan pelindung panas sebelum styling
Sebelum menggunakan catokan atau hair dryer, aplikasikan heat protectant atau hair oil yang memiliki perlindungan terhadap suhu tinggi.
Produk ini membantu mengurangi dampak langsung panas pada batang rambut sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan.
5. Kurangi frekuensi mencatok rambut
Memberi jeda penggunaan alat styling merupakan salah satu cara paling efektif menjaga kesehatan rambut.
Jika tetap harus menggunakan catokan, pilih suhu sedang dan hindari penggunaan suhu maksimal setiap hari agar kelembapan alami rambut tidak cepat hilang.
6. Lindungi rambut dari sinar matahari
Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat memperparah kerusakan rambut yang sudah sering terkena panas.
Gunakan topi, payung, atau penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan untuk membantu melindungi rambut dari paparan sinar UV.
Tips Tambahan agar Rambut Tetap Sehat
Selain perawatan dari luar, menjaga kesehatan rambut juga perlu dilakukan dari dalam, antara lain dengan:
- Mengonsumsi makanan kaya protein, zat besi, omega-3, serta vitamin B, C, D, dan E.
- Memenuhi kebutuhan cairan agar rambut tetap terhidrasi.
- Menghindari keramas menggunakan air yang terlalu panas.
- Menggunakan sisir bergigi jarang saat rambut masih lembap agar tidak mudah patah.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika rambut mulai mengalami kerontokan berlebihan, patah parah, terasa sangat rapuh, atau kerusakannya tidak membaik meski sudah rutin dirawat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah terdapat gangguan pada kulit kepala atau kondisi lain yang memengaruhi kesehatan rambut.
Dengan perawatan yang konsisten dan penggunaan produk yang sesuai, rambut yang sering dicatok tetap dapat terlihat sehat, lembut, dan berkilau tanpa harus mengurangi gaya rambut favorit Anda.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































