TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mata kering menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami, terutama di era digital ketika banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer maupun ponsel. Kondisi ini tidak hanya membuat mata terasa perih dan mengganjal, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.
Mata kering terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata menurun sehingga permukaan mata kehilangan kelembapannya. Akibatnya, mata bisa terasa gatal, panas, merah, hingga penglihatan menjadi buram.
Agar penanganannya lebih tepat, penting untuk mengetahui berbagai faktor yang dapat memicu mata kering.
1. Terlalu Lama Menatap Layar Gadget
Penggunaan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel dalam waktu lama menjadi penyebab mata kering yang paling umum.
Saat fokus menatap layar, frekuensi berkedip akan berkurang. Padahal, berkedip berfungsi menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata agar tetap lembap. Akibatnya, mata lebih cepat terasa lelah, perih, dan kering.
2. Terlalu Sering Berada di Ruangan Ber-AC
Udara dari pendingin ruangan, kipas angin, maupun hembusan angin secara langsung dapat mempercepat penguapan air mata.
Selain itu, debu, asap kendaraan, dan polusi udara juga dapat mengiritasi permukaan mata sehingga memperburuk keluhan mata kering.
3. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, produksi air mata akan menurun secara alami.
Karena itu, mata kering lebih sering dialami oleh orang berusia di atas 50 tahun, baik pria maupun wanita.
4. Penggunaan Lensa Kontak
Memakai lensa kontak terlalu lama atau tidak sesuai aturan dapat mengganggu lapisan air mata.
Risiko mata kering akan semakin tinggi jika lensa kontak dipakai saat tidur, melebihi waktu penggunaan yang dianjurkan, atau digunakan di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
5. Terpapar Asap Rokok
Asap rokok mengandung berbagai zat yang dapat mengiritasi permukaan mata.
Baik perokok aktif maupun pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata kering karena kualitas lapisan air mata menjadi terganggu sehingga lebih cepat menguap.
6. Sisa Makeup Mata yang Tidak Dibersihkan
Maskara, eyeliner, atau eyeshadow yang tidak dibersihkan hingga tuntas dapat menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata.
Akibatnya, lapisan pelindung air mata menjadi tidak stabil sehingga mata lebih mudah terasa kering, bahkan berisiko mengalami iritasi maupun infeksi.
7. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan, menyusui, atau menopause juga dapat memengaruhi produksi air mata.
Inilah sebabnya banyak wanita mengalami keluhan mata kering pada masa-masa tersebut.
8. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat diketahui dapat mengurangi produksi air mata, seperti:
- Antihistamin
- Dekongestan
- Antidepresan
- Pil KB
- Obat tekanan darah tinggi
Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter agar mendapat penanganan yang sesuai.
9. Penyakit Tertentu
Beberapa kondisi medis juga dapat memicu mata kering, di antaranya:
- Sindrom Sjögren
- Diabetes
- Gangguan tiroid
- Alergi pada mata
Penyakit tersebut dapat mengganggu fungsi kelenjar air mata atau menyebabkan peradangan pada permukaan mata.
10. Riwayat Operasi Mata
Prosedur seperti LASIK maupun terapi radiasi di area kepala dan leher dapat memengaruhi saraf serta kelenjar yang berperan dalam produksi air mata.
Keluhan mata kering pada kondisi ini bisa bersifat sementara maupun berlangsung lebih lama, tergantung penyebabnya.
Cara Mencegah Mata Kering
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kelembapan mata:
- Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter selama 20 detik.
- Kurangi paparan udara AC atau kipas yang langsung mengarah ke wajah.
- Gunakan lensa kontak sesuai petunjuk dan jaga kebersihannya.
- Bersihkan makeup mata sebelum tidur.
- Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
- Gunakan tetes mata buatan (artificial tears) bila diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kapan Harus ke Dokter?
Mata kering umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala seperti:
- Nyeri mata yang hebat.
- Mata tampak sangat merah.
- Keluar cairan dari mata.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Penglihatan buram atau menurun.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter mengetahui penyebab mata kering sekaligus menentukan penanganan yang paling tepat sehingga risiko komplikasi, seperti infeksi atau kerusakan pada kornea, dapat dicegah.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































