TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kulit manusia secara alami terus melakukan regenerasi dengan mengganti sel-sel lama yang sudah tidak berfungsi menjadi sel baru. Pada orang dewasa yang sehat, proses ini umumnya berlangsung setiap 28 hingga 40 hari. Namun, ketika regenerasi kulit melambat, sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan dan memicu berbagai masalah kulit.
Penumpukan sel kulit mati sering kali ditandai dengan kulit yang tampak kusam, terasa kasar, hingga muncul komedo dan jerawat. Kondisi ini juga dapat membuat warna kulit terlihat tidak merata, terutama pada area tertentu seperti siku, lutut, dan tumit.
Penyebab sel kulit mati menumpuk
Ada sejumlah faktor yang dapat menghambat proses pelepasan sel kulit mati secara alami.
- Jarang melakukan eksfoliasi
Kulit membutuhkan eksfoliasi untuk membantu mengangkat sel-sel mati yang menempel di permukaan. Jika langkah ini jarang dilakukan, sel kulit mati akan terus menumpuk sehingga kulit kehilangan kecerahan alaminya dan terasa lebih kasar saat disentuh.
Pada beberapa bagian tubuh, penumpukan tersebut bahkan dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap dan bersisik.
- Produksi minyak berlebih
Pemilik kulit berminyak cenderung lebih rentan mengalami penumpukan sel kulit mati. Sebum yang diproduksi secara berlebihan dapat membuat sel-sel mati melekat di permukaan kulit sekaligus menyumbat pori-pori, sehingga meningkatkan risiko munculnya komedo dan jerawat.
- Penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai
Produk perawatan kulit yang terlalu keras atau tidak cocok dengan kondisi kulit dapat mengganggu proses regenerasi alami. Selain memperlambat pelepasan sel kulit mati, penggunaan produk yang tidak sesuai juga berisiko merusak lapisan pelindung kulit sehingga memicu iritasi, kemerahan, hingga peradangan.
- Paparan sinar matahari dan polusi
Debu, asap kendaraan, serta paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan sel kulit sekaligus memperlambat regenerasinya. Akibatnya, kulit tampak lebih kusam, muncul flek hitam, dan warna kulit menjadi kurang merata.
Cara mengangkat sel kulit mati dengan aman
Untuk membantu proses regenerasi kulit, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan tanpa meningkatkan risiko iritasi.
Eksfoliasi secara rutin
Eksfoliasi dapat dilakukan melalui dua cara, yakni fisik dan kimia.
Eksfoliasi fisik menggunakan scrub, spons, atau cleansing brush untuk mengangkat sel kulit mati yang menempel di permukaan kulit. Agar kulit tetap sehat, pilih scrub dengan butiran halus dan lakukan maksimal dua kali dalam seminggu.
Sementara itu, eksfoliasi kimia memanfaatkan kandungan Alpha Hydroxy Acid (AHA) seperti glycolic acid dan lactic acid, atau Beta Hydroxy Acid (BHA) seperti salicylic acid.
AHA bekerja mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit, sedangkan BHA mampu menembus hingga ke dalam pori-pori sehingga lebih cocok digunakan pada kulit berminyak atau mudah berjerawat.
Gunakan masker berbahan alami
Beberapa bahan alami seperti yoghurt tanpa gula, susu, dan madu juga dapat dimanfaatkan sebagai masker. Kandungan asam laktat alami pada susu dan yoghurt membantu proses pengelupasan kulit secara lembut, sementara madu memiliki sifat antibakteri yang membantu menjaga kesehatan kulit.
Masker dapat dioleskan tipis ke wajah, didiamkan sekitar 15–20 menit, kemudian dibilas menggunakan air bersih.
Jaga kebersihan kulit setiap hari
Membersihkan wajah dan tubuh secara rutin menggunakan sabun yang lembut sesuai jenis kulit juga berperan penting dalam mencegah penumpukan sel kulit mati. Kebiasaan ini membantu mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang dapat memperburuk kondisi kulit.
Pilih produk pembersih yang tidak mengandung bahan keras maupun pewangi berlebihan agar lapisan pelindung kulit tetap terjaga.
Kapan perlu berkonsultasi ke dokter?
Pada dasarnya, sel kulit mati akan terlepas dengan sendirinya melalui proses regenerasi. Namun, jika berbagai cara perawatan di rumah tidak memberikan hasil, atau kondisi kulit justru menjadi sangat kering, pecah-pecah, berdarah, disertai rasa nyeri maupun gatal yang berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari sekaligus menentukan penanganan yang tepat, mulai dari pemberian obat oles, pelembap khusus, hingga tindakan eksfoliasi medis bila diperlukan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































