TIMETODAY.ID, JAKARTA — Melihat anak mencoba memakai lipstik, blush on, atau produk riasan lain memang sering dianggap lucu oleh banyak orang tua. Namun di balik momen tersebut, terdapat sejumlah risiko kesehatan kulit yang perlu menjadi perhatian. Kulit anak yang masih sensitif membuat penggunaan makeup tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.
Kulit Anak Lebih Sensitif terhadap Kandungan Makeup
Kulit anak memiliki lapisan yang lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa sehingga lebih mudah mengalami iritasi ketika terpapar bahan kimia dalam kosmetik. Meski produk makeup umumnya telah dirancang aman untuk digunakan, tidak semua kandungannya cocok diaplikasikan pada kulit anak.
Salah satu bahan yang berpotensi memicu masalah adalah pewangi (fragrance). Pada sebagian anak, kandungan tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi berupa kulit kemerahan, gatal, rasa panas, hingga pembengkakan. Jika terus digaruk, iritasi bisa berkembang menjadi luka bahkan infeksi.
Berisiko Menyumbat Pori dan Memicu Jerawat
Selain alergi, penggunaan makeup yang terlalu sering juga dapat menyumbat pori-pori kulit, terutama jika sisa kosmetik tidak dibersihkan secara menyeluruh setelah digunakan.
Pori-pori yang tersumbat dapat memicu peradangan sehingga muncul komedo maupun jerawat. Apabila kondisinya cukup berat, masalah kulit tersebut berpotensi memengaruhi rasa percaya diri anak, termasuk dalam aktivitas sosial maupun di lingkungan sekolah.
Jerawat di Area Wajah Tertentu Perlu Diwaspadai
Anak-anak juga cenderung sulit menahan diri untuk menyentuh atau memencet jerawat. Kebiasaan ini perlu dihindari, terutama jika jerawat muncul di area sekitar hidung dan bibir bagian atas.
Daerah tersebut memiliki banyak pembuluh darah yang berhubungan dengan struktur penting di wajah. Jika terjadi infeksi akibat jerawat yang dipencet atau digaruk, penyebaran bakteri dapat memicu komplikasi serius, mulai dari infeksi jaringan kulit (selulitis) hingga gangguan lain yang membutuhkan penanganan medis.
Boleh Memakai Makeup dalam Kondisi Tertentu
Penggunaan makeup pada anak sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang, terutama jika diperlukan untuk kegiatan tertentu seperti menari, pertunjukan seni, atau modeling. Namun, penggunaannya tetap harus dilakukan dengan pengawasan orang tua.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Gunakan makeup yang memang diformulasikan khusus untuk anak atau remaja.
- Pilih produk dengan kandungan yang lebih lembut atau berbahan alami.
- Pastikan kosmetik telah memiliki izin edar dari BPOM.
- Hindari produk berbahan dasar minyak yang berpotensi memicu jerawat.
- Bersihkan seluruh makeup hingga tuntas setelah selesai digunakan.
- Ganti kuas, spons, atau alat makeup secara berkala agar terhindar dari kontaminasi bakteri.
Ajarkan Anak Makna Kecantikan yang Sehat
Selain memperhatikan keamanan produk, orang tua juga memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Makeup sebaiknya dikenalkan sebagai pelengkap penampilan, bukan sebagai ukuran kecantikan seseorang.
Apabila anak mengalami ruam, gatal, bengkak, atau jerawat setelah menggunakan kosmetik, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan produk yang lebih aman digunakan di kemudian hari.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































