TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan beasiswa pendidikan senilai Rp3 juta per tahun bagi 2.000 siswa yang tidak diterima di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta mitra pemerintah kota.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Yosep Berliana mengatakan, program tersebut disiapkan menyusul tingginya angka siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Dari total 13.528 pendaftar SPMB 2026, hanya 7.125 siswa yang diterima, sehingga sekitar 6.000 siswa lainnya harus mencari sekolah alternatif.
Yosep merinci, dari empat jalur SPMB yang dibuka, jalur domisili mencatat jumlah pendaftar terbanyak, yakni 5.694 orang dengan 3.019 siswa diterima. Jalur prestasi diikuti 4.787 pendaftar dengan 2.175 siswa diterima, sementara jalur afirmasi diikuti 2.892 pendaftar dengan 1.776 siswa diterima. Adapun jalur mutasi menjadi satu-satunya jalur yang meluluskan seluruh pendaftarnya, yakni 155 siswa.
Bagi siswa yang tidak tertampung, Yosep mengatakan Pemkot Bogor telah menyiapkan skema beasiswa sebagai solusi.
“Kuotanya dua ribu orang, dengan anggaran Rp3 juta per tahun. Bahasa kerennya belajar gratis untuk siswa yang ke sekolah swasta,” kata Yosep kepada timetoday.id, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, beasiswa tersebut hanya berlaku di sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Bogor, dengan jumlah mencapai sekitar 54 sekolah, termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs). Yosep menegaskan tidak semua sekolah swasta otomatis menjadi mitra program tersebut.
“Itu termasuk MTs juga. Jadi namanya sekolah mitra. Kami sudah verifikasi lapangan, tidak semua sekolah swasta bisa jadi mitra,” ujarnya.
Yosep menambahkan, penerima beasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya berasal dari keluarga kelompok desil satu hingga lima berdasarkan data kesejahteraan.
Ia mengklaim sosialisasi program beasiswa telah dilakukan jauh sebelum proses SPMB berlangsung, sehingga calon siswa maupun orangtua sudah mengetahui skema tersebut sejak awal.
“Siswa yang tidak memenuhi syarat sebagian sudah memilih sekolah swasta yang diinginkannya. Jadi insya Allah semua tetap bisa sekolah,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































