TIMETODAY.ID, JAKARTA — Lambung memiliki peran penting dalam sistem pencernaan karena menjadi tempat awal makanan diproses sebelum nutrisi diserap oleh tubuh. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan sehari-hari dapat membuat kerja lambung terganggu.
Jika terus dilakukan dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pencernaan, mulai dari maag, asam lambung naik (GERD), gastritis, hingga luka pada lambung.
Agar kesehatan lambung tetap terjaga, penting untuk mengenali kebiasaan makan yang sebaiknya mulai dikurangi atau dihindari.
1. Sering Melewatkan Waktu Makan
Kesibukan sering membuat seseorang menunda makan atau bahkan melewatkan sarapan. Padahal, lambung tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan memicu rasa perih atau nyeri. Makan secara teratur membantu menjaga keseimbangan produksi asam lambung sehingga sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik.
2. Makan dalam Porsi Terlalu Banyak
Mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan membuat lambung harus bekerja lebih keras untuk mencernanya.
Lambung yang terlalu penuh dapat meregang dan memicu peningkatan produksi asam. Akibatnya, seseorang bisa mengalami rasa begah, mual, gangguan pencernaan, hingga asam lambung naik ke kerongkongan.
Sebaiknya makan dalam porsi cukup dan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Olahan
Makanan instan, makanan cepat saji, serta camilan kemasan umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang cukup tinggi.
Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan dan meningkatkan risiko munculnya gangguan pencernaan.
Sebagai gantinya, pilih makanan segar dengan kandungan serat yang lebih tinggi.
4. Makan Terlalu Cepat
Kebiasaan makan terburu-buru membuat makanan tidak dikunyah secara optimal. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras untuk memproses makanan yang masuk.
Selain itu, makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan lebih banyak udara tertelan sehingga memicu perut kembung, sering bersendawa, dan rasa tidak nyaman setelah makan.
5. Kurang Mengonsumsi Serat
Serat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kekurangan serat dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan masalah seperti sembelit, perut terasa penuh, serta tidak nyaman.
Untuk memenuhi kebutuhan serat harian, perbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
6. Berlebihan Mengonsumsi Kopi
Kopi dapat memberikan efek meningkatkan energi, tetapi konsumsi berlebihan juga dapat merangsang produksi asam lambung.
Terlebih jika diminum saat perut kosong, kopi dapat meningkatkan risiko iritasi pada lambung. Bagi orang yang memiliki masalah maag atau GERD, membatasi konsumsi kopi bisa membantu mengurangi munculnya gejala.
7. Sering Makan Makanan Pedas dan Berlemak
Makanan pedas memang tidak selalu menyebabkan masalah lambung pada semua orang. Namun, bagi sebagian orang yang sensitif, makanan pedas dapat memperburuk gejala maag dan asam lambung.
Begitu juga dengan makanan tinggi lemak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga membuat lambung bekerja lebih berat.
8. Terlalu Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Beberapa jenis obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau aspirin, dapat memengaruhi lapisan pelindung lambung jika dikonsumsi terlalu sering tanpa pengawasan medis.
Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko iritasi, peradangan, hingga luka pada lambung. Jika membutuhkan obat tersebut dalam jangka panjang, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
9. Merokok dan Mengonsumsi Alkohol
Alkohol dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung serta meningkatkan produksi asam lambung. Sementara itu, kebiasaan merokok dapat mengganggu aliran darah menuju lambung dan melemahkan perlindungan alami organ tersebut.
Kedua kebiasaan ini dapat memperbesar risiko gangguan seperti gastritis, tukak lambung, dan refluks asam.
10. Makan Saat Sedang Stres
Kondisi emosional juga dapat memengaruhi kesehatan pencernaan. Saat stres, tubuh dapat menghasilkan hormon tertentu yang mengganggu kerja sistem pencernaan.
Akibatnya, produksi asam lambung bisa meningkat dan memicu keluhan seperti perut perih, mual, kembung, atau gejala maag yang kambuh.
Karena itu, usahakan makan dalam kondisi lebih tenang dan tidak terburu-buru agar tubuh dapat mencerna makanan dengan optimal.
Jaga Lambung dengan Pola Makan Seimbang
Menjaga kesehatan lambung tidak hanya dilakukan ketika gejala sudah muncul, tetapi perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Mengatur waktu makan, memilih makanan bergizi, mengonsumsi cukup serat, serta menghindari kebiasaan yang dapat memicu iritasi merupakan langkah sederhana untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
Dengan pola hidup yang lebih baik, risiko gangguan lambung dapat dikurangi dan tubuh pun dapat menjalankan fungsinya secara optimal.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































