100 Jam Jualan, Cara Pemkab Bogor Buka Akses Pasar bagi UMKM

UMKM
Suasana deretan stan UMKM dalam program 100 Jam Jualan di Alun-alun Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor ini memberi ruang bagi ratusan pelaku koperasi dan UMKM untuk memasarkan produknya selama tiga hari hingga momentum Car Free Day. FOTO : TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Keterbatasan akses pasar masih jadi ganjalan utama bagi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menjawab persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka ruang berjualan bagi ratusan pelaku koperasi dan UMKM selama tiga hari berturut-turut di Alun-alun Tegar Beriman, Cibinong, lewat program bertajuk 100 Jam Jualan yang berlangsung hingga momentum Car Free Day (CFD) Minggu (19/07/2026).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana mengatakan, sebanyak 100 stan disiapkan untuk menampung pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, ekonomi kreatif, hingga produk unggulan daerah. Selain menjadi etalase produk, kegiatan ini turut diramaikan dengan hiburan, lokakarya, serta sesi business matching yang mempertemukan koperasi dengan pemangku kebijakan dari pusat.

Baca Juga :  Rena Da Frina Siap Majukan Kota Bogor dengan Program Pendidikan dan Kesehatan Inklusif

“Kemudian nanti ada lokakarya, UMKM, hiburan, lokakarya. Kita akan hadirkan BGN, Smesco, kemudian kita akan lakukan business matching antara koperasi dengan para pemangku kebijakan dari pusat,” kata Iman, Jumat (17/07/2026).

Advertisement

Kehadiran BGN dan Smesco dalam business matching ini, menurutnya, membuka peluang bagi koperasi dan UMKM lokal untuk terhubung langsung dengan jaringan yang lebih luas—sesuatu yang selama ini kerap menjadi kendala pelaku usaha di daerah, terutama dalam hal akses pembiayaan dan distribusi.

Durasi 100 jam yang membentang hingga CFD, kata Iman, sengaja dipilih untuk memaksimalkan waktu transaksi bagi pelaku usaha. Semakin panjang waktu berjualan, semakin besar pula peluang UMKM menjangkau konsumen dalam jumlah lebih banyak.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Setop Car Free Day Selama Ramadan

“Kegiatan ini 100 jam dengan hiburannya, kita lanjut sampai Car Free Day. Jadi teman-teman UMKM bisa berusaha dan mendapatkan rezeki,” ujarnya.

Iman menekankan, keberhasilan program semacam ini bergantung pada sinergi antara koperasi dan UMKM, dua entitas yang menurutnya kerap berjalan sendiri-sendiri meski memiliki kepentingan yang sama dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Koperasi dan UMKM itu harus sama-sama berkolaborasi. Tidak boleh koperasi ke mana, UMKM ke mana. Kita sama-sama melaksanakan kegiatan ini di sini,” tandasnya.

Program ini menjadi salah satu indikator bagaimana pemerintah daerah mencoba mendorong ekosistem usaha kecil naik kelas, di tengah tantangan persaingan pasar yang kian ketat dan kebutuhan UMKM akan akses yang lebih terbuka terhadap pasar maupun pembiayaan.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel