TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang mengandalkan obat saat demam, nyeri, atau tubuh terasa tidak fit. Namun, tidak sedikit pula yang bertanya-tanya bagaimana sebutir tablet mampu meredakan keluhan di bagian tubuh tertentu. Faktanya, obat tidak langsung menuju lokasi yang sakit, melainkan melalui serangkaian proses biologis sebelum akhirnya bekerja.
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Adam Prabata menjelaskan setiap obat yang diminum harus melewati sistem pencernaan terlebih dahulu sebelum zat aktifnya dapat beredar ke seluruh tubuh. Karena itu, efek obat umumnya tidak muncul seketika setelah ditelan.
Perjalanan obat dimulai dari rongga mulut, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Selanjutnya, tablet akan dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil akibat pengaruh cairan pencernaan dan gerakan saluran cerna, terutama di usus halus.
“Tablet masuk ke mulut, turun melalui kerongkongan menuju lambung. Di lambung dan terutama usus halus, tablet hancur menjadi partikel-partikel kecil karena cairan dan gerakan usus,” jelas dr. Adam melalui unggahan di akun Threads miliknya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Setelah larut, zat aktif obat memasuki tahap penyerapan atau absorpsi. Proses ini sebagian besar berlangsung di usus halus yang memiliki permukaan luas berkat struktur mikroskopis bernama vili. Melalui bagian inilah molekul obat menembus dinding usus dan masuk ke pembuluh darah.
“Partikel obat melewati dinding usus halus melalui struktur seperti vili usus yang memperluas permukaan penyerapan. Obat kemudian masuk ke pembuluh darah kecil di sekitar usus,” ujarnya.
Selanjutnya, obat dibawa mengikuti aliran darah ke berbagai organ tubuh, termasuk hati yang berperan dalam proses metabolisme awal. Dari sana, molekul obat didistribusikan ke jaringan sesuai mekanisme yang telah ditentukan tubuh.
Menurut dr. Adam, obat tidak memiliki kemampuan untuk “mencari” lokasi nyeri secara langsung. Cara kerjanya bergantung pada interaksi kimia antara zat aktif dengan reseptor atau enzim tertentu yang menjadi target terapi.
“Obat berinteraksi dengan reseptor atau enzim spesifik di lokasi yang ditujunya,” kata dia.
Interaksi tersebut kemudian memicu efek terapeutik, seperti meredakan nyeri, menurunkan demam, mengurangi peradangan, atau mengatasi infeksi, tergantung jenis obat yang digunakan.
Pemahaman mengenai mekanisme kerja obat menjadi penting agar masyarakat tidak menganggap obat bekerja secara instan. Selain itu, penggunaan obat sesuai dosis dan aturan yang dianjurkan juga diperlukan agar manfaatnya optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































