TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang mengira performa atlet profesional hanya ditentukan oleh intensitas latihan dan pertandingan. Padahal, masa pemulihan atau recovery day justru menjadi salah satu faktor penting yang membantu menjaga kondisi fisik, mempercepat pemulihan otot, serta mempersiapkan tubuh menghadapi sesi latihan berikutnya.
Pada hari istirahat, atlet elite tetap menjalankan pola hidup yang disiplin. Mulai dari menjaga asupan nutrisi, tidur yang cukup, hingga melakukan aktivitas fisik ringan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dinilai tidak hanya bermanfaat bagi atlet, tetapi juga dapat diterapkan masyarakat untuk menjaga kebugaran sehari-hari.
Vice President of Health and Wellness Herbalife, Luigi Gratton, mengatakan keberhasilan seorang atlet lebih banyak ditentukan oleh konsistensi menjalankan rutinitas sehat dibandingkan performa saat bertanding.
“Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun di bidang nutrisi performa olahraga, yang membedakan atlet elite bukanlah sesuatu yang spektakuler. Justru kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, bahkan saat hari istirahat atau jeda kompetisi, menjadi fondasi keberhasilan mereka,” ujar Luigi Gratton.
Berikut enam kebiasaan atlet elite yang dapat dijadikan inspirasi saat menjalani hari istirahat:
- Tetap mencukupi kebutuhan protein
Protein tetap menjadi bagian penting dalam menu harian atlet meski sedang tidak berlatih. Asupan ini dikonsumsi secara bertahap sepanjang hari untuk membantu memperbaiki dan mempertahankan massa otot. Sumber protein dapat berasal dari telur, ikan, ayam, yogurt Yunani, maupun minuman tinggi protein.
- Mengatur konsumsi karbohidrat sesuai aktivitas
Alih-alih menghindari karbohidrat, atlet menyesuaikan porsinya dengan tingkat aktivitas fisik. Saat latihan berat, kebutuhan karbohidrat meningkat untuk mengisi kembali cadangan energi. Sebaliknya, ketika memasuki hari pemulihan, jumlahnya dikurangi agar tetap seimbang dengan kebutuhan tubuh.
- Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Kebutuhan cairan tetap dipenuhi meski sedang tidak berolahraga. Atlet profesional tidak menunggu rasa haus muncul karena kondisi tersebut menjadi tanda tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Pada aktivitas dengan intensitas tinggi atau cuaca panas, asupan elektrolit juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Menjadikan tidur sebagai bagian dari proses pemulihan
Tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam menjadi bagian penting dalam program latihan atlet. Selama tidur, tubuh memperbaiki jaringan otot, memulihkan sistem saraf, serta mendukung proses regenerasi yang berperan terhadap performa fisik maupun mental.
- Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran
Buah beri, sayuran hijau, bit, anggur merah, kubis ungu, hingga paprika berwarna gelap menjadi pilihan yang kerap dikonsumsi atlet. Kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral di dalamnya membantu mengurangi peradangan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
- Tetap aktif dengan olahraga ringan
Hari istirahat bukan berarti berhenti bergerak. Atlet biasanya tetap melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga, peregangan, bersepeda santai, atau foam rolling. Aktivitas tersebut membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat pemulihan otot, serta menurunkan risiko cedera akibat latihan berlebihan.
Kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten menunjukkan bahwa proses pemulihan merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Dengan menerapkan pola serupa, masyarakat juga dapat menjaga kebugaran, meningkatkan energi, dan mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































