Jangan Tutup Jendela Pesawat Saat Takeoff, Ini Sebabnya

jendela
ilustrasi duduk di dekat jendela pesawat. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi sebagian penumpang, duduk di dekat jendela menjadi kesempatan menikmati pemandangan dari ketinggian. Namun, tidak sedikit pula yang memilih menutup tirai jendela untuk menghindari silau matahari atau karena merasa kurang nyaman melihat ketinggian.

Meski demikian, awak kabin hampir selalu meminta penumpang membuka tirai jendela ketika pesawat akan lepas landas maupun mendarat. Ternyata, kebiasaan ini bukan sekadar prosedur biasa, melainkan bagian dari standar keselamatan penerbangan.

Berikut beberapa alasan mengapa tirai jendela harus tetap terbuka pada dua fase paling krusial dalam penerbangan.

Advertisement
  1. Mempermudah Evakuasi Saat Keadaan Darurat

Lepas landas dan pendaratan merupakan fase penerbangan dengan tingkat risiko tertinggi. Karena itu, awak kabin perlu memastikan kondisi di luar pesawat dapat terlihat dengan jelas apabila terjadi keadaan darurat.

Pilot sekaligus perwakilan Cirrus Aviation Services, Rock Saddy, menjelaskan bahwa cahaya dari luar membantu penumpang dan kru beradaptasi lebih cepat jika harus melakukan evakuasi.

“Tirai jendela tetap dibuka selama lepas landas dan mendarat, dua fase penerbangan yang paling kritis, untuk memastikan kesadaran situasional bagi penumpang dan awak pesawat,” ujar Rock Saddy.

Baca Juga :  Kenapa Tidak Dianjurkan Minum Kopi di Pesawat? Ini Penjelasan Ahlinya

Dengan jendela terbuka, awak kabin juga dapat melihat potensi bahaya di luar pesawat, seperti api, puing-puing, genangan air, atau hambatan lain yang dapat memengaruhi proses evakuasi.

  1. Membantu Awak Kabin Memantau Kondisi di Luar Pesawat

Saat pesawat lepas landas dan mendarat, pramugari serta pramugara diwajibkan duduk di kursi masing-masing sehingga tidak bisa memantau seluruh sisi pesawat secara langsung.

Karena itu, penumpang yang duduk di dekat jendela dapat membantu mengamati kondisi di luar. Jika melihat sesuatu yang tidak biasa, mereka bisa segera memberi tahu awak kabin.

  1. Menjadi Bagian dari Standar Keselamatan Penerbangan

Membuka tirai jendela saat lepas landas dan mendarat juga merupakan prosedur keselamatan yang diterapkan atau direkomendasikan oleh sejumlah otoritas penerbangan internasional.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Federal Aviation Administration (FAA)
  • International Civil Aviation Organization (ICAO)
  • European Union Aviation Safety Agency (EASA)
  • Civil Aviation Administration of China (CAAC)
Baca Juga :  Link Download Foto Resmi Kenegaraan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Penerapan aturan tersebut dapat berbeda di setiap negara, namun banyak maskapai yang mengikuti standar keselamatan internasional sebagai bagian dari prosedur operasional mereka.

  1. Membantu Penumpang Tetap Tenang

Selain alasan keselamatan, tirai jendela yang terbuka juga dinilai dapat memberikan efek psikologis bagi penumpang.

Dengan melihat landasan pacu maupun kondisi di luar pesawat, penumpang dapat memahami situasi yang sedang berlangsung sehingga rasa cemas berkurang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cara ini dapat membantu mengurangi mabuk perjalanan, meningkatkan rasa aman, serta mencegah kepanikan apabila terjadi situasi yang tidak terduga.

Membuka tirai jendela mungkin tampak sebagai aturan sederhana, namun langkah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan penerbangan. Karena itu, saat awak kabin meminta penumpang membuka penutup jendela sebelum lepas landas atau mendarat, instruksi tersebut sebaiknya dipatuhi demi keamanan bersama.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel