Kenapa Tidak Dianjurkan Minum Kopi di Pesawat? Ini Penjelasan Ahlinya

kopi
ilustrasi minum kopi di dalam pesawat. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menikmati secangkir kopi atau teh saat berada di dalam pesawat sudah menjadi kebiasaan banyak penumpang. Namun, belakangan muncul peringatan agar lebih berhati-hati sebelum memesan minuman panas selama penerbangan.

Perhatian terhadap hal ini mencuat setelah mantan pramugari sekaligus kreator konten TikTok, Kat Kamalani, mengungkapkan bahwa air yang digunakan untuk membuat kopi dan teh di pesawat berasal dari tangki air yang menurutnya tidak selalu dibersihkan secara rutin. Ia bahkan menyarankan penumpang lebih memilih minuman dalam kemasan botol atau kaleng.

Selain menyinggung kebersihan tangki air, Kamalani juga menyebut mesin pembuat kopi di pesawat tidak selalu mendapatkan pembersihan menyeluruh, kecuali ketika mengalami kerusakan.

Advertisement

Kualitas air menjadi sorotan

Kekhawatiran mengenai air di pesawat juga pernah dibahas dalam laporan Center for Food as Medicine and Longevity yang mengolah data dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat.

Penelitian tersebut mengevaluasi kualitas air pada 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional di Amerika Serikat sepanjang periode 2022–2025. Setiap maskapai memperoleh skor keamanan air antara 0 hingga 5, dengan nilai di atas 3,50 dikategorikan memenuhi standar.

Baca Juga :  7 Minuman Alami di Pagi Hari yang Bantu Turunkan Berat Badan

Hasilnya menunjukkan kualitas air berbeda-beda di setiap maskapai. Delta Air Lines dan Frontier Airlines termasuk yang memperoleh nilai tinggi, sedangkan beberapa maskapai lain mendapat skor rendah sehingga dinilai masih perlu meningkatkan sistem pengelolaan air di dalam pesawat.

Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti seluruh kopi atau teh yang disajikan di pesawat otomatis berbahaya. Laporan itu lebih menyoroti pentingnya pengelolaan kualitas air pada sejumlah maskapai.

Sebagai langkah pencegahan, penumpang yang khawatir terhadap kualitas air disarankan memilih air minum kemasan atau minuman dalam botol dan kaleng.

Risiko dehidrasi saat terbang

Selain persoalan kualitas air, alasan lain untuk tidak berlebihan mengonsumsi kopi di pesawat berkaitan dengan kondisi tubuh selama penerbangan.

Udara di dalam kabin memiliki kelembapan yang rendah sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kondisi tersebut membuat penumpang lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Baca Juga :  Mote con Huesillo: Minuman Tradisional Chile yang Menyegarkan

Kyle Staller dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa banyak penumpang tidak mengonsumsi cukup air selama penerbangan. Di sisi lain, udara kabin yang kering membuat cairan tubuh terus berkurang.

Kopi mengandung kafein yang memiliki efek diuretik atau dapat meningkatkan produksi urine. Meski berbagai penelitian menunjukkan kopi tetap berkontribusi terhadap asupan cairan harian, minuman ini sebaiknya tidak dijadikan sumber hidrasi utama ketika berada di pesawat.

Tetap boleh minum kopi, asal tidak berlebihan

Minum kopi selama penerbangan sebenarnya bukan hal yang dilarang. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar tetap nyaman selama perjalanan.

  • Pilih kopi atau minuman dalam kemasan apabila khawatir dengan kualitas air di pesawat.
  • Perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
  • Batasi konsumsi kopi, terutama jika Anda mudah mengalami dehidrasi atau sensitif terhadap kafein.

Dengan menjaga asupan cairan dan tidak mengandalkan kopi sebagai minuman utama, penumpang tetap bisa menikmati penerbangan dengan lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko dehidrasi.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel