TIMETODAY.ID, JAKARTA — Duduk berjam-jam di depan komputer telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata dapat membawa dampak serius bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa diselingi aktivitas fisik.
Para ahli bahkan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama sebagai “the new smoking” karena efek buruknya terhadap tubuh dapat menumpuk secara perlahan, mulai dari gangguan metabolisme hingga meningkatnya risiko penyakit kronis.
Berikut sejumlah dampak kesehatan akibat terlalu lama duduk.
1. Meningkatkan risiko kanker
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine menemukan bahwa duduk lebih dari 30 menit tanpa jeda berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker.
Studi yang melibatkan lebih dari 900 ribu peserta selama sekitar 10 tahun itu menunjukkan setiap tambahan waktu duduk dapat meningkatkan risiko tersebut. Sebaliknya, berdiri atau berjalan kaki singkat setiap 30 menit dinilai mampu membantu menekan risikonya.
2. Memicu obesitas
Saat tubuh jarang bergerak, proses metabolisme lemak dan gula menjadi kurang optimal. Akibatnya, kalori lebih mudah menumpuk dan meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas.
Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas fisik sekitar 60-75 menit per hari dapat membantu mengurangi dampak buruk akibat terlalu lama duduk.
3. Menyebabkan nyeri punggung dan pinggul
Duduk dalam waktu lama, terutama dengan posisi tubuh yang kurang baik, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan membuat otot pinggul menjadi kaku.
Kondisi ini berisiko memicu nyeri punggung, gangguan pada sendi pinggul, hingga masalah pada tulang belakang apabila berlangsung terus-menerus.
4. Meningkatkan risiko kecemasan dan depresi
Kurangnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan kesehatan mental. Sejumlah penelitian menemukan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko munculnya kecemasan dan depresi.
Semakin sedikit seseorang bergerak, semakin besar kemungkinan munculnya gangguan psikologis tersebut.
5. Berisiko menyebabkan penyakit jantung
Gaya hidup sedentari diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, termasuk gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Risiko ini tetap ditemukan bahkan pada orang yang rutin berolahraga, apabila mereka masih menghabiskan waktu terlalu lama untuk duduk setiap harinya.
6. Meningkatkan risiko diabetes
Kurang bergerak juga dapat mengganggu metabolisme gula dan lemak di dalam tubuh. Kondisi tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Meski mekanismenya masih terus diteliti, para ahli sepakat bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan metabolisme tubuh.
7. Menyebabkan gangguan pembuluh darah
Duduk terlalu lama dapat memperlambat aliran darah di tungkai sehingga meningkatkan risiko varises maupun trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT).
DVT merupakan kondisi serius karena gumpalan darah dapat berpindah ke organ lain, termasuk paru-paru, dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Cara sederhana mengurangi risikonya
Meski aktivitas kerja sering kali mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama, risikonya dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana, seperti:
- Berdiri atau berjalan ringan setiap 30 menit.
- Melakukan peregangan selama beberapa menit.
- Menggunakan tangga dibanding lift jika memungkinkan.
- Menyempatkan berjalan kaki saat menerima telepon.
- Memenuhi anjuran aktivitas fisik harian sesuai kemampuan.
Dengan rutin bergerak di sela-sela waktu duduk, berbagai risiko kesehatan akibat gaya hidup sedentari dapat ditekan sehingga tubuh tetap lebih sehat dalam jangka panjang.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































