TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang menganggap pelembut pakaian sebagai pasangan yang tak terpisahkan dari deterjen saat mencuci. Selain membuat pakaian terasa lebih lembut, produk ini juga dikenal mampu memberikan aroma harum yang bertahan lebih lama. Namun, benarkah pelembut pakaian harus digunakan setiap kali mencuci?
Sejumlah pakar menyebut penggunaan pelembut pakaian sebenarnya bersifat opsional. Produk ini memang memiliki sejumlah manfaat, tetapi pemakaian yang terlalu sering atau tidak sesuai jenis kain justru dapat menimbulkan dampak yang kurang baik pada pakaian.
Cara kerja pelembut pakaian
Direktur Operasi Waralaba Two Maids, Kathy Cohoon, menjelaskan bahwa pelembut pakaian bekerja dengan melapisi serat kain menggunakan lapisan tipis selama proses pencucian. Lapisan tersebut membantu mengurangi gesekan antarserat sehingga pakaian terasa lebih halus, lembut, dan tidak mudah kusut.
Meski demikian, penggunaan berlebihan dapat meninggalkan residu pada kain. Menurut Patric Richardson dari The Laundry Evangelist, residu tersebut berpotensi mengurangi karakter alami bahan sekaligus menurunkan kemampuan kain dalam menyerap air.
Tidak semua pakaian cocok menggunakan pelembut
Para ahli menilai pelembut pakaian tidak harus dipakai setiap kali mencuci karena ada beberapa jenis kain yang justru lebih baik tanpa tambahan produk tersebut.
Handuk dan kain mikrofiber, misalnya, dapat kehilangan daya serap akibat residu yang menempel pada serat kain. Hal serupa juga berlaku untuk pakaian olahraga berbahan penyerap keringat.
Kellsie Zapata dari Zapata’s Cleaning Services menjelaskan bahwa residu pelembut dapat menyumbat serat kain sehingga kemampuan menyerap keringat berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan dapat membuat pakaian olahraga lebih mudah menimbulkan bau.
Ada alternatif yang lebih alami
Bagi yang ingin mengurangi penggunaan pelembut pakaian, tersedia pilihan bahan sederhana yang bisa dimanfaatkan di rumah, yakni campuran soda kue dan cuka putih.
Pendiri Juliette, Rechelle Balanzat, menyarankan penambahan beberapa tetes minyak esensial apabila ingin memberikan aroma segar pada pakaian. Campuran tersebut sebaiknya dituangkan ke kompartemen khusus pelembut pada mesin cuci, bukan langsung ke tabung bersama pakaian.
Metode ini dinilai dapat membantu menjaga kelembutan kain tanpa meninggalkan banyak residu seperti pelembut pakaian komersial.
Tips menggunakan pelembut pakaian dengan aman
Apabila tetap ingin menggunakan pelembut pakaian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kualitas pakaian tetap terjaga, antara lain:
- Gunakan pelembut sesuai jumlah pakaian yang dicuci.
- Encerkan produk mengikuti petunjuk pada kemasan.
- Hindari penggunaan pada handuk, kain mikrofiber, dan pakaian olahraga.
- Bersihkan mesin cuci setidaknya satu kali setiap bulan untuk menghilangkan penumpukan residu.
- Tidak perlu menggunakan pelembut pada setiap proses pencucian, terutama untuk jenis pakaian yang tidak membutuhkannya.
Dengan penggunaan yang tepat, pelembut pakaian tetap dapat memberikan manfaat berupa kain yang lebih lembut dan harum. Namun, memahami jenis bahan pakaian serta membatasi frekuensi pemakaiannya menjadi langkah penting agar serat kain tetap awet dan berfungsi optimal.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































