TIMETODAY.ID — Di tengah era media sosial yang penuh dengan kemewahan mencolok, tren fesyen quiet luxury justru melawan arus. Tanpa logo besar, tanpa warna ngejreng, tanpa desain yang teriak “aku mahal”—gaya ini tampil tenang, minimalis, dan justru… sangat mahal.
Apa Itu Quiet Luxury?
Secara harfiah, quiet luxury berarti “kemewahan yang tenang.” Tapi ini lebih dari sekadar gaya berpakaian. Ini adalah filosofi hidup. Quiet luxury mengandalkan desain yang timeless (tak lekang zaman), potongan rapi, dan bahan berkualitas tinggi. Tidak ada branding besar-besaran di baju atau tas. Yang terlihat hanya keanggunan yang tak butuh pengakuan.
Gaya ini populer di kalangan selebritas seperti Gwyneth Paltrow, Kendall Jenner, hingga karakter-karakter elit di serial Succession. Semua tampil simpel, tapi satu hal pasti: mereka berpakaian mahal.
Ciri Khas Quiet Luxury
- Tanpa Logo
Jika kamu bisa menebak merek hanya dari kualitas jahitan dan potongannya—itulah quiet luxury. Branding mencolok? Lewat. - Palet Warna Netral
Warna seperti krem, putih tulang, hitam, abu-abu, atau cokelat muda mendominasi. Warna ini tak hanya elegan, tapi juga mudah dipadupadankan. - Bahan Premium
Kain kasmir, sutra, wol halus, katun organik—yang tak hanya terasa lembut di kulit, tapi juga tahan lama. - Potongan Rapi dan Timeless
Tidak mengikuti tren musiman. Sebaliknya, potongan yang klasik dan selalu relevan dari waktu ke waktu. - Detail yang Nyaris Tak Terlihat Tapi Mewah
Kancing kulit, lining sutra, atau jahitan tangan—semua dibuat dengan presisi.
Merek yang Menjadi Ikon Quiet Luxury
Beberapa label fesyen dunia yang konsisten mengusung gaya ini antara lain:
- The Row (besutan Mary-Kate dan Ashley Olsen)
- Loro Piana
- Brunello Cucinelli
- Bottega Veneta (tanpa logo sejak dulu!)
- Celine (khusus era Hedi Slimane dan Phoebe Philo)
Gaya ini bukan tentang pamer kekayaan, tapi lebih pada taste dan refinement.
Mengapa Quiet Luxury Naik Daun?
Banyak orang kaya baru (new money) yang dulu suka memamerkan logo kini justru mulai beralih ke gaya ini. Mereka ingin terlihat lebih dewasa, lebih tenang, dan lebih eksklusif.
Salah satu alasannya? Mewah yang mencolok sudah terlalu mainstream. Sekarang, justru gaya yang kalem dan tidak mengundang perhatian dianggap lebih “atas.”
Quiet luxury juga sejalan dengan semangat sustainable fashion—beli sedikit tapi berkualitas tinggi, dan bisa dipakai bertahun-tahun.
Cara Menerapkan Quiet Luxury dalam Gaya Sehari-hari
Kamu tidak harus kaya raya dulu untuk tampil seperti pewaris konglomerat. Berikut beberapa tips untuk memulai:
- Pilih warna netral seperti beige, hitam, putih, dan navy
- Investasi pada satu-dua item berkualitas tinggi seperti blazer atau tas kulit asli
- Hindari logo besar atau motif berlebihan
- Rawat pakaian dengan baik, karena quiet luxury adalah tentang daya tahan
- Percaya diri dan nyaman—karena kemewahan yang sejati selalu datang dari sikap
Kesimpulan: Quiet, But Powerful
Quiet luxury mengajarkan bahwa kamu tidak perlu berteriak untuk menunjukkan kelas. Keanggunan yang sejati justru datang dari kesederhanaan yang penuh pertimbangan. Jadi, kalau kamu ingin tampil berkelas tanpa harus jadi sorotan, gaya ini mungkin jawabannya.
Karena dalam dunia yang terlalu bising, kadang kemewahan paling nyata adalah… keheningan yang penuh gaya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































