TIMETODAY.ID, JAKARTA – Pernah merasakan badan terasa panas, tapi kaki justru dingin? Kondisi ini memang sering bikin bingung dan khawatir, apalagi kalau terjadi pada anak-anak atau orang lanjut usia. Tapi tenang dulu, Bun. Nggak selalu berarti ada penyakit berbahaya, kok.
Kombinasi antara badan panas dan kaki dingin bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari reaksi alami tubuh saat melawan infeksi hingga gangguan peredaran darah. Mengetahui penyebabnya bisa membantu kita mengambil langkah yang tepat untuk menanganinya.
Kenapa Badan Panas tapi Kaki Dingin Bisa Terjadi?
Kondisi ini sering jadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha menjaga keseimbangan suhu. Saat demam, misalnya, tubuh menaikkan suhu inti untuk melawan infeksi. Namun, di waktu yang sama, pembuluh darah di area tangan dan kaki bisa menyempit, membuat ujung tubuh terasa dingin.
Nah, selain karena demam, berikut beberapa penyebab lain yang umum terjadi:
- Demam akibat infeksi
Saat tubuh berjuang melawan penyakit seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi pernapasan, suhu badan meningkat. Untuk melindungi organ penting, tubuh mempersempit aliran darah ke bagian tepi, seperti kaki dan tangan. Akibatnya, badan terasa panas, tapi kaki tetap dingin.
Kondisi ini normal dan biasanya akan membaik setelah demam turun.
- Gangguan sirkulasi darah
Jika darah tidak mengalir dengan lancar, terutama ke bagian bawah tubuh, kaki bisa terasa dingin meskipun suhu tubuh meningkat.
Masalah sirkulasi ini bisa dialami oleh penderita penyakit jantung, gagal jantung, atau diabetes.
Sebagai contoh, penderita diabetes yang sedang demam karena infeksi bisa merasakan kakinya tetap dingin akibat aliran darah yang terganggu.
- Paparan suhu dingin
Terlalu lama di ruangan ber-AC atau cuaca dingin juga bisa bikin badan terasa panas tapi kaki dingin.
Tubuh secara alami akan menjaga suhu inti tetap stabil dengan cara mengurangi aliran darah ke kulit, terutama di kaki dan tangan. Jadi, jangan heran kalau kaki terasa dingin walau tubuh hangat, ya.
- Syok atau tekanan darah turun drastis
Nah, kalau kondisi ini disertai penurunan kesadaran, lemas, atau kulit terlihat pucat, Bumil harus waspada.
Ini bisa jadi tanda syok atau tekanan darah yang sangat rendah, misalnya karena dehidrasi berat, perdarahan, atau infeksi parah (sepsis).
Dalam situasi seperti ini, tubuh hanya memprioritaskan aliran darah ke organ penting seperti jantung dan otak. Akibatnya, kaki dan tangan jadi sangat dingin dan terasa lemas.
- Gangguan tiroid atau hormon
Masalah pada kelenjar tiroid (hipotiroidisme) atau kelainan hormon juga bisa membuat tubuh kesulitan mengatur suhu. Akibatnya, seseorang bisa merasa badannya panas tapi kakinya dingin terus-menerus, meski tidak sedang sakit.
Cara Mengatasi Badan Panas Kaki Dingin di Rumah
Kalau keluhannya masih ringan, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu tubuh merasa lebih nyaman:
- Perbanyak minum air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan.
- Jaga kehangatan tubuh dengan selimut atau pakaian yang nyaman, terutama pada anak-anak dan lansia.
- Kompres air hangat di dahi atau ketiak jika demam tinggi.
- Konsumsi makanan bergizi, seperti sup hangat, buah, dan sayur, untuk memperkuat daya tahan tubuh.
- Hindari langsung minum obat penurun panas tanpa saran dokter, terutama kalau disertai gejala berat seperti lemas atau kesadaran menurun.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sering kali tidak berbahaya, badan panas kaki dingin bisa menjadi tanda kondisi serius bila disertai gejala lain, seperti:
- Sesak napas
- Lemas berat atau sulit bangun
- Tidak buang air kecil selama lebih dari 6–8 jam
- Kulit pucat, kebiruan, atau terasa sangat dingin
Jika hal ini terjadi, segera bawa ke IGD rumah sakit terdekat. Kondisi tersebut bisa menandakan syok atau infeksi berat (sepsis) yang memerlukan penanganan medis secepatnya.
Tetap Tenang, Tapi Waspada
Badan panas dengan kaki dingin memang bisa bikin panik, apalagi kalau dialami anak atau orang tua kita. Tapi yang penting, tetap tenang dan amati gejalanya.
Selama tidak disertai tanda bahaya, Bumil bisa menanganinya di rumah dengan cukup istirahat, minum banyak cairan, dan menjaga tubuh tetap hangat. Namun, kalau ada perubahan kondisi yang mencurigakan, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter, baik secara langsung maupun lewat layanan kesehatan online.
Ingat, tubuh selalu punya cara unik untuk memberi sinyal bahwa ada yang perlu diperhatikan. Dengan mengenali tanda-tanda seperti badan panas tapi kaki dingin, kita bisa lebih cepat mengambil langkah yang tepat agar tetap sehat dan aman. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































