TIMETODAY.ID, JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memastikan aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer, Pantai Carita, hingga Tanjung Lesung masih aman meski Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III (Siaga). Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak panik, namun tetap mematuhi imbauan yang telah ditetapkan.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, erupsi yang terjadi masih berada dalam kategori kecil dan belum berdampak terhadap kawasan wisata di pesisir Banten.
“Masih aman, masih aman. Silakan masyarakat, ini kebetulan masih libur anak-anak ya sampai tanggal 15. Silakan ke Anyer, berlibur ke sana,” ujar Lutfi, Rabu (8/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terhadap status siaga Gunung Anak Krakatau. Lutfi menjelaskan lokasi gunung berada sekitar 40 kilometer dari kawasan pantai wisata sehingga aktivitas erupsi tidak memengaruhi destinasi tersebut.
“Jangan takut, yang penting adalah waspada, bahwa itu masih dalam kendali. Masih dalam kendali. Saya sampaikan, erupsinya itu masih kecil-kecil, dan untuk kegiatan kepariwisataan silakan berwisata ke Pantai Anyer, Pantai Carita, atau Tanjung Lesung,” katanya.
BPBD menegaskan, masyarakat hanya diminta menghindari area dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Zona tersebut berada di wilayah laut dan memang ditetapkan sebagai kawasan yang tidak boleh dimasuki selama status gunung masih berada pada Level III.
Menurut Lutfi, aktivitas vulkanik yang terjadi saat ini masih tergolong normal untuk Gunung Anak Krakatau karena material erupsi hanya keluar di sekitar bibir kawah.
“Tentunya untuk erupsi yang ada di Gunung Anak Krakatau ini menurut kami masih tahap yang wajar, karena erupsinya kecil aja, masih di bibir. Di bibir apa namanya, Gunung Anak Krakatau sendiri,” ujarnya.
BPBD Banten memastikan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan bersama instansi terkait. Wisatawan diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































