TIMETODAY.ID, JAKARTA — Baru saja menyelesaikan sepiring makanan, tetapi tak lama kemudian perut kembali terasa lapar? Sesekali kondisi ini memang masih tergolong normal. Namun jika rasa lapar terus muncul meski sudah makan dalam porsi yang cukup, jangan anggap sepele.
Rasa lapar pada dasarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk memberi sinyal bahwa cadangan energi mulai menipis. Akan tetapi, ketika keinginan makan muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai polifagia atau hiperfagia, yaitu peningkatan nafsu makan yang berlebihan sehingga seseorang merasa lapar terus-menerus. Berbeda dengan rasa lapar biasa yang hilang setelah makan, polifagia membuat keinginan makan tetap muncul meski perut sudah terisi.
Apa Penyebab Polifagia?
Polifagia bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis maupun faktor gaya hidup. Salah satu penyebab yang paling sering dikaitkan adalah diabetes, terutama bila disertai keluhan sering haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Selain diabetes, gangguan pada kelenjar tiroid, terutama hipertiroidisme, juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga memicu rasa lapar berlebihan.
Faktor psikologis, seperti stres berkepanjangan maupun gangguan makan tertentu, juga dapat membuat seseorang makan secara berlebihan sebagai bentuk pelampiasan emosi.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Apabila rasa lapar terus muncul meski sudah makan cukup, terlebih disertai gejala lain seperti berat badan berubah drastis, mudah haus, atau sering buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Untuk mengetahui penyebabnya, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan, pola makan, durasi keluhan, hingga riwayat penyakit dalam keluarga. Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti tes gula darah atau pemeriksaan fungsi tiroid akan dilakukan guna memastikan diagnosis.
Cara Mengatasi Rasa Lapar Berlebihan
Penanganan polifagia bergantung pada penyebab utamanya. Selain menjalani terapi sesuai diagnosis dokter, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam membantu mengendalikan nafsu makan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan jadwal makan yang teratur.
- Mengonsumsi makanan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi, terutama bagi penderita diabetes maupun gangguan tiroid.
- Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, relaksasi, atau aktivitas yang disukai.
- Tidur cukup sekitar 7–9 jam setiap malam serta mengurangi penggunaan gawai dan konsumsi kafein sebelum tidur.
- Berolahraga secara rutin minimal 150 menit setiap minggu untuk membantu menjaga kadar gula darah, meningkatkan kualitas tidur, sekaligus mengurangi stres.
Jangan Asal Menambah Porsi Makan
Meski rasa lapar terasa mengganggu, bukan berarti solusinya selalu dengan menambah porsi makan. Kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan asupan kalori secara berlebihan dan memicu kenaikan berat badan maupun berbagai masalah kesehatan lainnya.
Karena itu, jika rasa lapar terus-menerus mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya. Dengan pola hidup sehat, asupan gizi yang seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta penanganan sesuai penyebabnya, rasa lapar berlebihan umumnya dapat dikendalikan dengan lebih baik.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































