TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kulit yang halus dan bebas bulu menjadi alasan banyak orang memilih waxing sebagai metode perawatan. Selain memberikan hasil yang lebih tahan lama dibanding mencukur, waxing juga mampu mencabut bulu hingga ke akarnya sehingga kulit dapat tetap mulus selama beberapa minggu.
Meski umumnya dilakukan di klinik kecantikan atau salon, prosedur ini juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun, teknik yang kurang tepat berisiko menyebabkan iritasi, luka, hingga kulit melepuh. Karena itu, penting memahami langkah-langkah yang benar sebelum mulai melakukan waxing.
Persiapan Sebelum Waxing
Sebelum melakukan waxing, hindari penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung retinol atau retinoid selama beberapa hari. Kandungan tersebut dapat membuat lapisan kulit lebih sensitif sehingga meningkatkan risiko iritasi atau luka saat bulu dicabut.
Pastikan pula area kulit yang akan di-waxing telah dibersihkan dari kotoran, minyak, maupun sisa produk perawatan. Setelah dibersihkan, keringkan kulit menggunakan handuk bersih yang lembut agar wax dapat menempel dengan optimal.
Sebelum digunakan, baca petunjuk pada kemasan produk waxing. Setiap jenis wax memiliki cara pemanasan dan penggunaan yang berbeda sehingga penting mengikuti instruksi agar aman.
Cara Melakukan Waxing yang Benar
Saat wax sudah mencapai tekstur yang sesuai, oleskan secara merata mengikuti arah pertumbuhan bulu.
Selanjutnya, tempelkan strip kain atau kertas khusus di atas lapisan wax, tekan perlahan agar menempel sempurna, lalu diamkan selama beberapa detik.
Setelah itu, tarik strip dengan cepat ke arah yang berlawanan dari pertumbuhan bulu. Teknik ini membantu bulu tercabut hingga ke akar sekaligus mengurangi rasa sakit dibanding menariknya secara perlahan.
Perawatan Setelah Waxing
Setelah selesai, bersihkan sisa wax yang masih menempel pada kulit menggunakan pembersih yang sesuai atau kain lembut.
Sebaiknya hindari mandi air panas hingga kulit tidak lagi terasa perih atau sensitif. Gunakan pakaian longgar berbahan katun agar kulit dapat bernapas dan keringat tidak memicu iritasi.
Untuk menjaga kelembapan kulit, aplikasikan pelembap ringan yang bebas minyak (oil-free) sehingga pori-pori tidak mudah tersumbat.
Kondisi yang Sebaiknya Tidak Melakukan Waxing
Waxing tidak dianjurkan apabila kulit sedang mengalami kondisi berikut:
- Iritasi atau peradangan kulit
- Luka terbuka, koreng, atau luka bakar
- Kulit terbakar matahari (sunburn)
- Eksim atau psoriasis
- Penyakit autoimun yang menyerang kulit, seperti lupus
Ibu hamil juga disarankan lebih berhati-hati, terutama bila baru pertama kali mencoba waxing. Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif dibanding biasanya.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski tergolong aman jika dilakukan dengan benar, waxing tetap memiliki risiko. Penggunaan wax yang terlalu panas atau teknik yang kurang tepat dapat menyebabkan luka bakar, kemerahan, iritasi, hingga kulit terkelupas.
Karena itu, pastikan suhu wax tidak terlalu panas sebelum diaplikasikan ke kulit dan selalu ikuti petunjuk penggunaan. Bila setelah waxing muncul nyeri hebat, bengkak, keluar cairan, atau tanda infeksi, segera konsultasikan dengan dokter.
Ringkasan
Manfaat waxing:
- Kulit terasa lebih halus dan bersih.
- Bulu tercabut hingga ke akar.
- Hasil dapat bertahan sekitar 3–4 minggu.
Tips aman waxing:
- Hindari retinol sebelum waxing.
- Bersihkan dan keringkan kulit.
- Ikuti petunjuk penggunaan wax.
- Oleskan wax searah pertumbuhan bulu.
- Tarik strip berlawanan arah pertumbuhan bulu.
- Gunakan pelembap dan pakaian longgar setelah waxing.
Dengan persiapan yang tepat dan teknik yang benar, waxing di rumah dapat menjadi cara praktis untuk mendapatkan kulit yang lebih mulus sekaligus meminimalkan risiko iritasi maupun cedera pada kulit.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































