Wanita 53 Tahun Asal AS Catat Rekor Dunia dengan Transplantasi Ginjal Babi

Towana Looney, seorang wanita berusia 53 tahun asal Alabama
Towana Looney, seorang wanita 53 Tahun Asal AS Catat Rekor Dunia dengan Transplantasi Ginjal Babi

TIMETODAY.ID – Towana Looney, seorang wanita berusia 53 tahun asal Alabama, Amerika Serikat, mencatat sejarah dengan menjadi penerima transplantasi ginjal babi yang bertahan paling lama, mencapai 61 hari setelah operasi yang dilakukan pada 25 November 2024 di NYU Langone Health, New York City.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam xenotransplantasi, yaitu penggunaan organ dari spesies lain untuk transplantasi pada manusia.

Kondisi Kesehatan Sebelum Transplantasi

Advertisement

Looney sebelumnya mengalami gagal ginjal akibat komplikasi kehamilan dan telah menjalani dialisis selama delapan tahun.

Tingginya tingkat antibodi di tubuhnya menyulitkan pencarian donor ginjal manusia yang sesuai.

Alternatif berupa ginjal babi hasil modifikasi genetik menjadi pilihan yang memungkinkan.

Pelaksanaan Transplantasi

Prosedur transplantasi ini dipimpin oleh Dr. Robert Montgomery, direktur NYU Langone Transplant Institute.

Baca Juga :  Prosopometamorphopsia: Saat Dunia Jadi Film Horor di Mata Victor Sharrah

Ginjal yang digunakan berasal dari babi yang telah mengalami modifikasi genetik agar sistem imun manusia tidak menolaknya.

Setelah dipasang, ginjal tersebut langsung berfungsi dengan baik, memproduksi urine, dan menunjukkan kinerja yang sepenuhnya normal.

Perubahan Pascaoperasi

Setelah transplantasi, Looney merasakan perubahan besar pada kesehatannya.

Ia merasa lebih bertenaga, memiliki nafsu makan yang meningkat, dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih baik.

Ia bahkan menyebut pengalaman ini sebagai “awal yang baru” dan menggambarkan dirinya merasa seperti “superwoman.”

Dampak dan Masa Depan Xenotransplantasi

Pencapaian ini menawarkan harapan baru untuk mengatasi kekurangan donor organ. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 100.000 orang masih menunggu transplantasi, dengan kebutuhan terbesar untuk ginjal.

Baca Juga :  Negosiasi Tarif dan Ancaman Balasan: Dunia dalam Tekanan Dua Raksasa

Setiap tahunnya, ribuan orang meninggal karena tidak mendapatkan donor yang sesuai. Penggunaan organ babi hasil rekayasa genetik dianggap sebagai solusi potensial untuk mengatasi masalah ini.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas transplantasi organ dari spesies lain dalam jangka panjang.

Dr. Montgomery optimis bahwa pendekatan ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi pasien di masa depan.

Keberhasilan ini bukan hanya menjadi langkah maju dalam bidang transplantasi organ, tetapi juga memberikan harapan nyata bagi mereka yang membutuhkan prosedur ini di seluruh dunia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel