Tragedi di Laut Merah: Kapal Selam Wisata Sindbad Tenggelam, Enam Wisatawan Tewas

Laut Merah
Foto: Enam warga Rusia tewas, 39 turis diselamatkan setelah kapal selam tenggelam di Laut Merah di lepas pantai Mesir, Kamis (27/3/2025). (REUTERS/Stringer)

TIMETODAY.ID Laut Merah yang biasanya menjadi surga bagi wisatawan kini menjadi saksi bisu tragedi kapal selam wisata Sindbad yang tenggelam di perairannya. Insiden ini menelan enam korban jiwa, semuanya wisatawan asal Rusia, sementara 39 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Kapal selam yang dirancang untuk wisata bawah laut itu membawa total 45 wisatawan dari berbagai negara, termasuk Rusia, India, Norwegia, dan Swedia, serta lima awak kapal asal Mesir. Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Penyelamatan dan Upaya Evakuasi

Advertisement

“Sebagian besar penumpang diselamatkan dan dibawa ke hotel serta rumah sakit di Hurghada,” ungkap Konsulat Rusia di Hurghada. Upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat oleh tim penyelamat setempat yang langsung bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima laporan tenggelamnya kapal selam tersebut.

Kapal Sindbad sendiri terkenal dengan desainnya yang memungkinkan wisatawan menikmati keindahan bawah laut Laut Merah melalui jendela kaca besar. Kapal ini mampu menyelam hingga kedalaman 25 meter, menjanjikan pengalaman yang mendebarkan dan unik bagi para penumpang.

Namun, insiden ini mengingatkan dunia akan risiko wisata bawah laut. Meski berbeda dari kapal selam ekstrem yang meledak di Samudra Atlantik dekat lokasi Titanic pada Juni 2023, tragedi Sindbad tetap menimbulkan duka mendalam.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Mesir, Siap Hadiri KTT Perdamaian Gaza Bareng Pemimpin Dunia

Laut Merah: Daya Tarik dan Risiko

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Mesir, Laut Merah dikenal dengan keindahan terumbu karangnya dan kekayaan kehidupan lautnya. Pariwisata di kawasan ini menjadi pilar utama perekonomian Mesir, yang juga terkenal dengan keajaiban piramida Giza serta pelayaran Sungai Nil di Luxor dan Aswan.

Namun, insiden kapal wisata bukanlah hal baru di perairan Mesir. Pada Juni tahun lalu, sebuah kapal tenggelam akibat gelombang tinggi, meski beruntung tidak ada korban jiwa. Sementara itu, pada bulan November, kecelakaan kapal wisata lainnya terjadi saat membawa 31 wisatawan dan 13 awak dalam perjalanan menyelam. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang, diduga akibat cuaca buruk.

Gubernur Provinsi Laut Merah, Amr Hanafy, menyatakan bahwa investigasi terhadap awak kapal sedang berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan kali ini.

“Kapal ini telah memiliki izin beroperasi, begitu pula dengan kaptennya,” kata Hanafy, seraya menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Kapal Feri Tenggelam di Negara Bagian Sungai Nil, 21 Orang Dilaporkan Tewas

Meski berbagai langkah telah diambil untuk meningkatkan keselamatan maritim, serangkaian insiden kapal wisata di Laut Merah menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam menjaga keselamatan wisatawan di kawasan tersebut.

Dampak terhadap Industri Pariwisata

Kementerian Pariwisata Mesir serta Kamar Dagang Selam hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, dampaknya terhadap industri wisata Mesir tak bisa diabaikan.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mesir mencatat pendapatan pariwisata tertinggi di Afrika pada tahun 2024, mencapai US$ 14,1 miliar—lebih dari dua kali lipat pendapatan yang dihasilkan dari Terusan Suez. Namun, dengan meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan wisatawan, langkah-langkah lebih ketat mungkin akan diberlakukan untuk memastikan tragedi serupa tak terulang di masa depan.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik pesona wisata bahari, selalu ada risiko yang perlu diantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat serta kesadaran keselamatan yang lebih tinggi bagi semua pihak yang terlibat dalam industri wisata bawah laut.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel