Raja Charles III Sebut Pengurangan Perawatan Kanker sebagai Berkah

Raja Charles III
Raja Charles III. Foto: REUTERS/Hollie Adams

TIMETODAY.ID, JAKARTA Raja Charles III mengungkapkan bahwa jadwal perawatan kankernya akan dikurangi pada tahun depan. Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai sebuah “berkah” sekaligus bukti kemajuan dunia medis yang dinilainya luar biasa.

Pernyataan itu disampaikan Raja Charles melalui pesan yang telah direkam sebelumnya dan ditayangkan di Inggris pada Jumat malam waktu setempat.

“Pada hari ini, saya dapat menyampaikan kabar baik bahwa berkat diagnosis dini, penanganan yang efektif, serta kepatuhan terhadap anjuran dokter, jadwal perawatan kanker saya dapat dikurangi pada tahun depan,” ujar Raja Charles, seperti dikutip dari ABC News.

Advertisement

Raja Charles berharap kabar tersebut dapat memberikan harapan bagi banyak orang yang menghadapi penyakit serupa. Ia menyinggung fakta bahwa sekitar separuh populasi dunia berpotensi didiagnosis kanker pada suatu tahap dalam hidup mereka.

Baca Juga :  Rusia Umumkan Terobosan Vaksin Kanker, Fokus Pertama pada Kanker Kolorektal

“Saya berharap hal ini dapat memberi semangat bagi 50 persen dari kita yang, pada suatu titik dalam hidup, akan didiagnosis menderita penyakit ini,” katanya.

Meski demikian, Istana Buckingham menegaskan bahwa perawatan Raja Charles yang kini berusia 77 tahun belum sepenuhnya dihentikan. Terapi akan tetap berlanjut, meski dengan intensitas yang lebih ringan.

Hampir dua tahun sejak diagnosis kanker Raja Charles diumumkan ke publik, pihak istana memang jarang mengungkapkan detail mengenai kondisi kesehatan maupun prognosis sang raja.

Baca Juga :  Paus Trump? Potret AI yang Mengundang Tawa dan Tanda Tanya

Hingga kini, jenis kanker yang dideritanya juga tidak pernah disebutkan secara spesifik, meski istana memastikan bahwa Raja Charles tidak mengidap kanker prostat.

“Yang Mulia menunjukkan respons yang sangat baik terhadap pengobatan, dan para dokter menyarankan bahwa perawatan selanjutnya akan memasuki tahap pencegahan,” kata juru bicara Istana Buckingham.

Diagnosis kanker Raja Charles III pertama kali diumumkan pada Februari 2024. Saat itu, ia sempat mengurangi aktivitas publiknya sebelum kembali menjalankan sebagian tugas kenegaraan sekitar dua bulan kemudian.

Pada akhir tahun yang sama, Raja Charles bersama Ratu Permaisuri Camilla bahkan kembali melakukan kunjungan luar negeri, termasuk ke Australia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel