TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menyiram tanaman merupakan bagian penting dalam perawatan agar tanaman dapat tumbuh sehat. Air berperan dalam membantu proses fotosintesis, mengangkut nutrisi, hingga menjaga pertumbuhan akar dan daun. Meski banyak orang menggunakan air keran, air bekas AC, atau air cucian beras, ternyata air hujan dinilai menjadi pilihan terbaik untuk menyiram tanaman.
Tak heran jika tanaman yang tumbuh di hutan, kebun liar, maupun lahan terbuka sering kali terlihat lebih subur. Salah satu penyebabnya adalah pasokan air hujan yang secara alami membawa sejumlah unsur penting bagi pertumbuhan tanaman.
Mengapa air hujan lebih baik?
Mengutip Spectrum News 1, air hujan mengandung nitrogen yang berperan dalam pembentukan klorofil atau zat hijau daun. Kandungan tersebut membantu tanaman menjalankan proses fotosintesis dengan lebih optimal sehingga pertumbuhannya menjadi lebih baik.
Selain nitrogen, air hujan juga memiliki kandungan oksigen yang relatif lebih tinggi dibandingkan air keran. Oksigen dibutuhkan akar tanaman untuk menunjang proses metabolisme dan menjaga kesehatan sistem perakaran.
Air hujan juga membawa karbon dioksida yang dapat membantu melepaskan unsur hara di dalam tanah sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman.
Air keran tetap bisa digunakan
Meski air hujan dianggap lebih ideal, bukan berarti air keran tidak boleh digunakan. Air keran tetap dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, terutama saat musim kemarau atau ketika hujan jarang turun.
Namun, air keran umumnya mengandung natrium dalam jumlah tertentu. Jika terakumulasi terlalu banyak, natrium dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan kesehatan akar. Salah satu tandanya adalah munculnya endapan berwarna putih pada permukaan daun akibat residu mineral.
Hujan juga membantu membersihkan tanaman
Selain menyuplai nutrisi alami, air hujan memiliki manfaat lain, yaitu membilas debu, kotoran, serta endapan mineral yang menempel pada permukaan daun. Guyuran hujan juga menyiram tanaman secara lebih merata sehingga seluruh bagian tanah memperoleh kelembapan yang cukup.
Meski demikian, kebutuhan air setiap tanaman tetap berbeda. Karena itu, penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media tanam. Salah satu cara sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan memeriksa kelembapan tanah menggunakan jari. Jika tanah mulai terasa kering beberapa sentimeter di bawah permukaan, tanaman umumnya sudah memerlukan penyiraman.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































