
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor memperkuat upaya pencegahan tiga risiko utama pada remaja, yakni pernikahan dini, penyalahgunaan narkotika, serta seks bebas, melalui program Generasi Berencana (Genre) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) yang tersebar di sejumlah kelurahan. Salah satu instrumen dari program tersebut adalah pemilihan Duta Genre, yang tahun ini memasuki proses seleksi untuk periode 2026.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqien mengatakan, program ini disiapkan untuk mencetak remaja berkualitas yang akan mengisi bonus demografi menuju generasi emas 2045. Kualitas remaja yang berakhlak, beradab, dan bermoral menjadi target utama dari proses pembinaan berjenjang yang melibatkan sejumlah dinas, antara lain Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.
”Pemkot terus mencari berbagai formula, kegiatan, kebijakan untuk aktif terlibat mempersiapkan diri sebagai duta remaja yang berencana dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Duta Genre yang terpilih diharapkan dapat menjadi penyambung informasi kepada remaja lain di lingkungan sekitarnya.
”Kita ambil, latih, sehingga diharapkan bisa memberikan edukasi ke teman-teman di sekitarnya,” katanya.
Adapun PIK-R disebutkan menjadi wadah bagi remaja di tingkat kelurahan untuk berkonsultasi dan memperoleh edukasi dari sejumlah narasumber, termasuk psikolog yang disiapkan di setiap kelurahan. Program tersebut rencananya akan diperluas hingga ke jenjang sekolah menengah atas agar edukasi dapat berjalan lebih terorganisasi.
”Genre diharapkan sebagai kepanjangan tangan pemerintah untuk memberikan edukasi yang masif soal bahaya pernikahan dini, stunting, hingga pola hidup sehat,” ujar Jenal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menjelaskan, proses seleksi Duta Genre 2026 telah berlangsung sejak April lalu. Dari 127 peserta yang mendaftar, tersaring 29 finalis melalui tahapan seleksi administrasi, wawancara, unjuk bakat, hingga pembekalan.
”29 finalis akan kita kerucutkan lagi menjadi enam pasang atau 12 finalis yang terbaik akan diikutsertakan pada ajang Duta Genre tingkat provinsi tahun depan,” tuturnya.
Ia menambahkan, tahun ini menjadi tahun pertama program PIK-R diperkenalkan di lingkungan sekolah, selain yang sudah berjalan berbasis komunitas kelurahan. Ia menegaskan, tujuan utama dari seluruh rangkaian program ini adalah mewujudkan generasi berencana yang menguasai pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja (KRR), mampu mencegah pernikahan dini, menjauhi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza), serta mencegah pergaulan bebas.
Berdasarkan hasil seleksi, Marse menyebutkan para finalis menunjukkan pola pikir yang tertata serta pemahaman yang baik mengenai keluarga berencana, pendidikan, dan edukasi lingkungan sehat, sehingga dinilai layak mewakili Kota Bogor pada seleksi tingkat provinsi
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































