Kuku Berubah Warna atau Bentuk? Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Kuku
ilustrasi kuku pucat. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Kuku bukan hanya berfungsi melindungi ujung jari, tetapi juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan tubuh. Dalam beberapa kasus, perubahan warna, bentuk, maupun tekstur kuku dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, termasuk penyakit jantung.

Meski demikian, perubahan pada kuku tidak bisa dijadikan dasar untuk mendiagnosis penyakit jantung. Kondisi serupa juga dapat dipicu oleh penyakit paru-paru, gangguan hati, diabetes, hingga kekurangan zat besi. Karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Berikut sejumlah perubahan kuku yang kerap dikaitkan dengan penyakit jantung.

Advertisement

1. Ujung jari membulat dan kuku melengkung

Salah satu tanda yang paling dikenal adalah clubbing, yaitu kondisi ketika ujung jari membesar dan kuku melengkung ke bawah hingga menyerupai kubah.

Perubahan ini umumnya berkaitan dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah dalam waktu lama. Clubbing dapat ditemukan pada penderita penyakit jantung bawaan, gagal jantung kronis, maupun infeksi katup jantung (endokarditis). Namun, kondisi ini juga sering terjadi pada beberapa penyakit paru.

2. Muncul garis merah atau cokelat di bawah kuku

Garis tipis memanjang berwarna merah kecokelatan di bawah kuku dikenal sebagai splinter hemorrhage. Kondisi tersebut merupakan perdarahan kecil pada pembuluh darah di bawah kuku.

Baca Juga :  Kuku Sering Patah? Mungkin Kamu Kekurangan 5 Nutrisi Ini

Pada sebagian kasus, tanda ini dapat berhubungan dengan endokarditis. Meski begitu, splinter hemorrhage juga bisa muncul akibat benturan atau cedera pada kuku sehingga diperlukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

3. Kuku berubah menjadi kebiruan

Kuku yang tampak kebiruan atau keunguan disebut sianosis, yakni kondisi yang menandakan tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Perubahan warna ini dapat terjadi pada penderita penyakit jantung bawaan, gagal jantung, maupun gangguan sirkulasi darah. Jika disertai sesak napas, nyeri dada, atau bibir ikut membiru, kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera.

4. Permukaan kuku didominasi warna putih

Kondisi yang dikenal sebagai Terry’s nails ditandai dengan hampir seluruh permukaan kuku berwarna putih, sementara bagian ujungnya hanya menyisakan garis tipis berwarna merah muda atau kecokelatan.

Perubahan ini memang dapat ditemukan pada penderita gagal jantung, tetapi juga sering dikaitkan dengan penyakit hati, diabetes, maupun proses penuaan.

5. Garis melintang pada kuku

Beau’s lines merupakan garis cekung yang melintang pada permukaan kuku akibat pertumbuhan kuku sempat terhenti.

Baca Juga :  Menjelang Idul Adha: Mengapa Rambut dan Kuku Harus Dibiarkan?

Kondisi ini dapat muncul setelah tubuh mengalami stres berat, misalnya pascaserangan jantung, infeksi serius, atau operasi besar. Namun, Beau’s lines juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit lainnya.

6. Dasar kuku tampak pucat

Kuku yang terlihat lebih pucat dari biasanya dapat menjadi tanda aliran darah kurang optimal.

Pada penderita penyakit jantung, kondisi tersebut bisa terjadi ketika kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga pasokan oksigen ke jaringan tubuh ikut berkurang. Meski demikian, kuku pucat juga sering ditemukan pada penderita anemia atau kekurangan zat besi.

Kapan perlu memeriksakan diri?

Perubahan pada kuku sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan jantung, seperti:

  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Mudah lelah.
  • Jantung berdebar.
  • Pusing atau pingsan.

Jika mengalami kombinasi gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Deteksi dini dapat membantu mengidentifikasi penyebab keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel