Jangan Dipencet! Begini Cara Tepat Menghilangkan Jerawat di Dagu

Jerawat
ilustrasi Jerawat di dagu. Foto: Istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Jerawat di dagu sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu, baik dari segi kenyamanan maupun penampilan. Meski dapat muncul pada siapa saja, kondisi ini lebih sering dialami remaja akibat perubahan hormon. Namun, orang dewasa juga tidak luput dari masalah jerawat, terutama jika dipicu oleh gaya hidup atau faktor kesehatan tertentu.

Jerawat terbentuk ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran minyak berlebih, sel kulit mati, dan kotoran. Penyumbatan tersebut kemudian dapat memicu peradangan hingga muncul benjolan kemerahan atau bernanah.

Penyebab Jerawat di Dagu

Selain penyumbatan pori-pori, munculnya jerawat di area dagu juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

Advertisement
  • Stres yang memicu perubahan hormon.
  • Pertumbuhan bakteri pada kulit.
  • Peningkatan hormon androgen.
  • Produksi minyak (sebum) yang berlebihan.
  • Konsumsi makanan tinggi karbohidrat, seperti roti, cokelat, dan keripik.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, litium, atau terapi hormon testosteron.
Baca Juga :  Rahasia Wajah Mulus dalam Semalam: 5 Jurus Ampuh Usir Jerawat Mendadak

Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang belum bersih juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Selain itu, faktor keturunan, paparan debu dan polusi, serta pola hidup yang kurang sehat turut berperan dalam memperburuk kondisi kulit.

Cara Mengatasi Jerawat di Dagu

Mengatasi jerawat tidak hanya mengandalkan produk perawatan kulit, tetapi juga memerlukan perubahan gaya hidup agar kondisi kulit lebih sehat.

  1. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke kulit menjadi lebih baik. Setelah berolahraga, jangan lupa segera membersihkan wajah agar keringat dan minyak tidak menyumbat pori-pori.

  1. Tidur yang cukup

Kurang tidur dapat meningkatkan stres dan memicu produksi hormon yang berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Usahakan tidur selama 6–9 jam setiap malam agar proses regenerasi kulit berlangsung optimal.

  1. Menjaga pola makan

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin yang berpotensi memicu jerawat. Sebaiknya perbanyak konsumsi sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan kulit.

  1. Membersihkan wajah secara teratur
Baca Juga :  Seledri: Si Hijau yang Bisa Jadi Solusi Alami untuk Darah Tinggi

Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit. Kebiasaan ini membantu mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang dapat menyumbat pori-pori.

  1. Gunakan tabir surya

Paparan sinar matahari dapat memperparah kondisi jerawat dan memicu munculnya noda bekas jerawat. Pilih tabir surya khusus wajah yang bersifat nonkomedogenik agar tidak menyumbat pori-pori.

Hindari Memencet Jerawat

Meski terasa mengganggu, jerawat sebaiknya tidak dipencet atau dikorek. Tindakan tersebut dapat memperparah peradangan, meningkatkan risiko infeksi, hingga meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

Jika jerawat di dagu terus muncul, terasa nyeri, atau tidak membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kulit. Pemeriksaan akan membantu menentukan penyebabnya sekaligus memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi kulit.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel