TIMETODAY.ID, JAKARTA — Peristiwa jatuhnya meteorit ke Bumi umumnya hanya meninggalkan jejak berupa kawah atau batuan antariksa. Namun, sebuah catatan sejarah menunjukkan bahwa benda langit tersebut pernah merenggut nyawa manusia.
Sekelompok peneliti mengungkap bukti tertulis mengenai kasus yang diyakini sebagai kematian pertama akibat hantaman meteorit. Temuan itu dipublikasikan pada 2020 setelah mereka menelusuri tiga dokumen resmi berbahasa Ottoman yang tersimpan di Direktorat Jenderal Arsip Negara Kepresidenan Republik Turki.
Dokumen tersebut menceritakan peristiwa yang terjadi pada 22 Agustus 1888 di wilayah Sulaymaniyah, Kurdistan, yang kini berada di Irak. Dalam laporan itu disebutkan sebuah cahaya terang disertai kepulan asap melintas menuju Desa Dilaver di sebelah timur Sulaymaniyah. Warga di Desa Horilmar yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan menyaksikan fenomena tersebut.
Menurut isi dokumen, hujan meteorit berlangsung sekitar 10 menit dan menyebabkan kerusakan di wilayah tersebut.
“Meteorit berjatuhan selama sekitar sepuluh menit, seperti hujan,” demikian isi laporan dalam dokumen tersebut.
Laporan yang sama menyebutkan satu orang meninggal dunia akibat peristiwa itu, sementara seorang lainnya mengalami luka serius hingga menyebabkan kelumpuhan. Selain korban manusia, lahan pertanian di kawasan tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat jatuhnya meteorit.
Para peneliti menyatakan ketiga manuskrip tersebut menjadi bukti kuat karena berasal dari sumber resmi pemerintah Ottoman, termasuk laporan yang ditulis oleh pejabat setempat dan wazir agung.
“Peristiwa ini adalah laporan pertama yang menyatakan bahwa dampak meteor telah membunuh seorang pria dalam sejarah, dengan dukungan tiga manuskrip tertulis yang melaporkan peristiwa tersebut secara rinci, sejauh pengetahuan kami,” tulis tim peneliti dalam kesimpulannya.
Mereka menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk meragukan keaslian dokumen tersebut mengingat seluruh catatan berasal dari arsip resmi pemerintah. Meski sampel meteorit yang disebut dalam laporan belum berhasil ditemukan, peneliti meyakini kejadian itu benar-benar terjadi.
Selain itu, tim peneliti menduga masih ada kemungkinan peristiwa serupa yang belum terungkap karena terdokumentasi dalam bahasa lain atau belum banyak diteliti.
Sebelumnya, sempat muncul laporan mengenai dugaan kematian akibat meteorit di India pada 2016. Namun, penyelidikan lanjutan tidak menemukan bukti adanya meteorit di lokasi tersebut. Insiden itu kemudian disimpulkan lebih mungkin disebabkan oleh ledakan yang berasal dari permukaan tanah, sehingga tidak dikategorikan sebagai korban akibat hantaman meteorit.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































