Ledakan Pipa Gas Tanam Timbun Korban di Medan Polonia

Ledakan
Ledakan pipa gas menyebabkan bangunan di Grand Polonia, Medan, mengalami kerusakan. Foto: ist

TIMETODAY.ID, JAKARTALedakan yang diduga berasal dari pipa gas bawah tanah menghancurkan sebuah bangunan di Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) sore. Bangunan yang ambruk akibat ledakan tersebut menimbun sejumlah orang yang berada di dalamnya, sehingga memicu operasi pencarian dan penyelamatan oleh tim SAR gabungan.

Laporan mengenai insiden itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan sekitar pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Tak lama setelah menerima informasi, tim penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan terdapat tujuh orang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Empat di antaranya berhasil selamat, yakni seorang balita berusia dua tahun bernama Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir.

Advertisement
Baca Juga :  Bayi Korban TPT Ambruk di Bojonggede Bogor Kritis 

Sementara itu, satu korban ditemukan meninggal dunia pada tahap awal evakuasi. Dua korban lainnya sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya salah satu berhasil ditemukan pada Selasa (21/7/2026) dini hari dalam kondisi meninggal dunia.

“Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Pagi ini pukul 02.20 WIB satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Selasa (21/7/2026).

Hery menegaskan proses pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Tim SAR juga mengerahkan berbagai peralatan khusus untuk mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi bangunan yang runtuh.

Baca Juga :  Festival Budaya Susur Sungai Cikeas

“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama bertugas melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan. SRU kedua melakukan penyisiran area serta mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi, sedangkan SRU ketiga fokus membuka akses menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban menggunakan peralatan ekstrikasi.

Hingga proses evakuasi berlangsung, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun material bangunan. Penyebab pasti ledakan juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel