Kanker Kulit Stadium Awal Bisa Disembuhkan, Kenali Tandanya

Kanker kulit
ilustrasi Kanker kulit. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Kanker kulit stadium awal merupakan kondisi ketika sel kanker baru tumbuh pada lapisan kulit dan belum menyebar ke jaringan maupun organ lain. Pada fase ini, peluang keberhasilan pengobatan umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut.

Meski demikian, banyak penderita tidak menyadari gejala awal karena tanda-tandanya sering menyerupai gangguan kulit biasa, seperti bercak, luka, atau perubahan pada tahi lalat. Akibatnya, pemeriksaan baru dilakukan ketika keluhan semakin berkembang.

Mengutip dari Alodokter, mengenali perubahan pada kulit sejak dini menjadi langkah penting agar kanker kulit dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih jauh.

Advertisement

Gejala Kanker Kulit Stadium Awal

Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

1. Muncul bercak atau benjolan baru

Salah satu gejala awal kanker kulit adalah munculnya bercak yang terkadang disertai rasa gatal. Warnanya bisa bervariasi, mulai dari kemerahan, kecokelatan, kehitaman, hingga menyerupai luka bakar ringan.

Pada sebagian kasus, dapat pula muncul benjolan kecil yang terasa keras atau kenyal saat disentuh. Benjolan tersebut biasanya akan bertambah besar atau berubah bentuk seiring waktu.

2. Luka yang tidak kunjung sembuh

Luka pada kulit yang tidak membaik dalam waktu lebih dari dua minggu tanpa penyebab yang jelas perlu mendapat perhatian.

Luka akibat kanker kulit umumnya disertai rasa gatal atau perih, mudah berdarah, dan tetap mengeluarkan darah meski permukaannya terlihat telah mengering atau berkeropeng.

Baca Juga :  Komedo di Hidung Bikin Minder? Ini Cara Membersihkannya dengan Aman

3. Perubahan pada tahi lalat

Perubahan bentuk tahi lalat juga dapat menjadi salah satu tanda kanker kulit stadium awal.

Perubahan yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Bentuk menjadi tidak simetris.
  • Tepi tahi lalat tampak tidak rata atau bergerigi.
  • Warna berubah atau terdiri dari beberapa warna sekaligus, seperti cokelat, hitam, merah, putih, atau biru.
  • Diameter lebih dari sekitar 6 milimeter.
  • Tahi lalat terasa gatal, nyeri, mudah berdarah, atau terus membesar.

4. Perubahan tekstur kulit

Area kulit yang terkena kanker juga dapat mengalami perubahan tekstur.

Permukaannya bisa menjadi:

  • kasar,
  • bersisik,
  • menebal,
  • tampak mengelupas,
  • atau justru terlihat mengilap dan halus.

Perubahan tersebut bergantung pada jenis kanker kulit yang dialami.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Pada beberapa kasus, kelenjar getah bening di sekitar area kulit yang terkena dapat membesar sebagai respons tubuh terhadap keberadaan sel abnormal.

Benjolan pada kelenjar getah bening umumnya terasa kenyal, tidak nyeri, dan ukurannya dapat bertambah dari waktu ke waktu.

Penanganan Kanker Kulit Stadium Awal

Mengutip dari Alodokter, pengobatan pada stadium awal memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi karena sel kanker masih terbatas pada area kulit.

Operasi pengangkatan jaringan kanker

Tindakan yang paling sering dilakukan adalah operasi untuk mengangkat jaringan kanker beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya guna memastikan seluruh sel abnormal telah terangkat.

Baca Juga :  Rahasia Makanan Sehat yang Bisa Bantu Cegah Kanker

Prosedur ini umumnya menggunakan anestesi lokal dan tidak memerlukan rawat inap.

Terapi beku (krioterapi)

Untuk lesi berukuran kecil, dokter dapat menggunakan nitrogen cair guna membekukan sel kanker.

Setelah dibekukan, jaringan yang rusak akan mati dan mengelupas secara bertahap dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

Terapi topikal

Pada kanker kulit yang masih sangat dini, dokter dapat meresepkan krim atau salep khusus yang dioleskan langsung pada area yang terkena.

Beberapa obat yang umum digunakan mengandung imiquimod atau fluorouracil, yang bekerja menghancurkan sel abnormal di permukaan kulit.

Radioterapi

Radioterapi menjadi pilihan apabila operasi tidak memungkinkan dilakukan, misalnya karena lokasi lesi atau kondisi kesehatan pasien.

Terapi ini menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker dan terkadang juga diberikan setelah operasi guna memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Setelah menjalani pengobatan, pasien umumnya dianjurkan melakukan kontrol secara berkala sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memantau kondisi kulit, memastikan kanker tidak muncul kembali, sekaligus mendeteksi lebih dini apabila ditemukan lesi baru yang dicurigai sebagai kanker kulit.

Mengenali perubahan pada kulit dan segera memeriksakannya ke tenaga medis menjadi langkah penting karena diagnosis pada stadium awal dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan serta mencegah penyebaran penyakit.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel