TIMETODAY.ID, JAKARTA — UNESCO kembali menambah daftar cagar biosfer dunia dengan menetapkan 14 lokasi baru yang tersebar di berbagai negara. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 797 cagar biosfer yang berada di 145 negara di seluruh dunia.
Cagar biosfer merupakan kawasan yang diakui UNESCO karena memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus menjadi contoh bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, lokasi-lokasi ini juga dimanfaatkan untuk penelitian ilmiah, pendidikan, hingga pengembangan inovasi dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Berbeda dengan UNESCO Global Geopark yang berfokus pada warisan geologi, cagar biosfer lebih menitikberatkan pada perlindungan ekosistem serta keseimbangan antara pelestarian alam dan aktivitas masyarakat.
Sebelumnya, Indonesia melalui Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat telah resmi menyandang status Cagar Biosfer UNESCO. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, UNESCO kembali mengumumkan penambahan 14 cagar biosfer baru. Meski belum ada kawasan dari Indonesia yang masuk dalam daftar terbaru, sejumlah negara di kawasan Asia turut memperoleh pengakuan tersebut.
Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, mengatakan bahwa cagar biosfer menjadi bukti nyata bahwa pelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat berjalan berdampingan.
Menurutnya, kawasan-kawasan tersebut merupakan laboratorium hidup yang berperan penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Daftar 14 Cagar Biosfer Baru UNESCO
Berikut daftar kawasan yang resmi ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO:
- Danau Skhoder, Albania
- Theniet El Had, Aljazair
- Pulau Aruba, Aruba
- Kaukasus Raya, Azerbaijan
- Takamanda–Cross River Gorilla, Kamerun
- Quebec City, Kanada
- Dalahkuh–Qamishlou, Iran
- Tost Toson Bumbiin Nuruu, Mongolia
- Skadar Lake Watershed, Montenegro
- Sur del Alto Paraná, Paraguay
- Matibay na Bayan ng Sablayan, Filipina
- Serra da Estrela, Portugal
- Nino Konis Santana, Timor-Leste
- Phong Nha–Ke Bang, Vietnam
Beberapa kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai habitat satwa langka, hutan tropis, pegunungan, hingga kawasan danau yang memiliki nilai konservasi tinggi sekaligus menawarkan panorama alam yang memukau.
Peran Penting Cagar Biosfer
Sejak Program Man and the Biosphere (MAB) diluncurkan pada 1971, UNESCO terus mendorong upaya perlindungan kawasan yang memiliki kekayaan hayati sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya.
Bersama Situs Warisan Dunia dan UNESCO Global Geopark, jaringan cagar biosfer kini melindungi lebih dari 13 juta kilometer persegi ekosistem darat maupun laut di seluruh dunia.
Melalui perluasan kawasan konservasi ini, UNESCO turut mendukung target global untuk melindungi sekitar 30 persen wilayah daratan dan lautan dunia pada 2030 sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































