Anak Sering Begadang? Ketahui Durasi Tidur Ideal agar Tumbuh Kembang Optimal

anak
ilustrasi menidurkan anak. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidur bukan sekadar waktu beristirahat bagi anak. Di balik mata yang terpejam, tubuh dan otak bekerja memulihkan energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, hingga mendukung proses belajar dan tumbuh kembang. Karena itu, memastikan anak memperoleh waktu tidur yang cukup menjadi salah satu kunci menjaga kesehatannya.

Meski demikian, banyak orang tua masih menghadapi tantangan saat membiasakan anak tidur tepat waktu. Padahal, kebutuhan tidur berubah seiring pertambahan usia sehingga penting untuk memahami durasi istirahat yang sesuai di setiap tahap perkembangan.

Mengacu pada rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Academy of Sleep Medicine (AASM), berikut kebutuhan tidur anak berdasarkan kelompok usia.

Advertisement

Kebutuhan tidur sesuai usia

  • Bayi usia 4–12 bulan: membutuhkan waktu tidur sekitar 12–16 jam per hari, termasuk dua hingga tiga kali tidur siang.
  • Batita usia 1–2 tahun: idealnya tidur 11–14 jam per hari dengan satu atau dua kali tidur siang.
  • Anak prasekolah usia 3–5 tahun: memerlukan 10–13 jam tidur setiap hari dan biasanya mulai mengurangi waktu tidur siang.
  • Anak usia sekolah 6–12 tahun: membutuhkan 9–12 jam tidur pada malam hari.
  • Remaja usia 13–18 tahun: dianjurkan tidur 8–10 jam setiap malam.
Baca Juga :  Mulut Pahit Saat Bangun Tidur Bisa Jadi Tanda Kondisi Ini, Kenali Penyebabnya

Durasi tersebut merupakan panduan umum. Kebutuhan tidur setiap anak dapat berbeda tergantung tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan kebiasaan sehari-hari.

Pola tidur berubah seiring pertumbuhan

Pada masa bayi dan batita, tidur masih terbagi antara siang dan malam. Tidur siang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan otak serta membantu anak mengatur emosi.

Memasuki usia prasekolah, anak mulai beradaptasi dengan kebiasaan tidak lagi tidur siang setiap hari. Sebagai gantinya, waktu tidur malam perlu dimajukan agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi.

Saat memasuki usia sekolah, pola tidur umumnya sudah terpusat pada malam hari. Jadwal tidur yang teratur membantu anak lebih fokus saat belajar dan menjaga kestabilan suasana hati.

Sementara itu, pada masa remaja terjadi perubahan ritme biologis yang membuat mereka cenderung tidur lebih larut. Meski demikian, kebutuhan tidur tetap berada di kisaran delapan hingga sepuluh jam setiap malam.

Rutinitas sederhana sebelum tidur

Agar anak lebih mudah terlelap, orang tua dapat membangun rutinitas menjelang waktu tidur. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah metode hitung mundur sebelum tidur.

Sekitar 10 menit sebelum tidur, ajak anak melakukan aktivitas santai seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan. Lima menit berikutnya digunakan untuk membersihkan diri, seperti menyikat gigi dan mencuci wajah.

Baca Juga :  Nutri-Level Jadi Alarm Dini Konsumsi Gula, Garam, Lemak Berlebih

Selanjutnya, sekitar tiga menit sebelum tidur, minta anak mengenakan pakaian tidur yang nyaman. Dua menit sebelum lampu dimatikan, biasakan anak pergi ke toilet agar tidak terbangun di tengah malam. Setelah itu, ciptakan suasana tenang dengan mematikan lampu dan mengucapkan selamat malam.

Kebiasaan yang membantu anak tidur lebih nyenyak

Selain menjaga rutinitas, lingkungan tidur juga berpengaruh terhadap kualitas istirahat anak. Pastikan kamar tidur memiliki suhu yang nyaman, pencahayaan redup, dan suasana yang tenang.

Orang tua juga disarankan menghentikan penggunaan televisi, ponsel, maupun perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum waktu tidur. Cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

Di sisi lain, aktivitas fisik yang cukup pada siang hari juga membantu anak lebih mudah merasa lelah secara alami sehingga kualitas tidurnya menjadi lebih baik pada malam hari.

Dengan durasi tidur yang sesuai dan kebiasaan tidur yang konsisten, anak dapat bangun dalam kondisi lebih segar, bersemangat menjalani aktivitas, sekaligus mendukung proses tumbuh kembang secara optimal.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel