TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump yang mengancam akan “menghancurkan Iran hingga kembali ke zaman batu”.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan kecaman keras. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak hanya berlebihan, tetapi juga mencerminkan ketidaktahuan terhadap sejarah panjang peradaban Iran.
“Ancaman untuk menghancurkan Iran menunjukkan ketidaktahuan, bukan kekuatan,” demikian pernyataan resmi misi Iran.
Iran menegaskan bahwa negaranya memiliki peradaban yang telah berkembang selama ribuan tahun, jauh sebelum berdirinya Amerika Serikat. Warisan sejarah dan kontribusi intelektual bangsa Iran disebut tidak mungkin dilenyapkan hanya melalui kekuatan militer.
“Peradaban yang telah bertahan ribuan tahun tidak bisa dihapus dengan serangan bom,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain itu, Iran juga menilai ancaman tersebut berpotensi melanggar hukum humaniter internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Statuta Roma yang mengatur kejahatan perang.
Pernyataan ini muncul setelah Trump, dalam pidatonya di Gedung Putih, menyebut Amerika Serikat mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat dan menargetkan berbagai infrastruktur strategis, termasuk fasilitas energi.
“Kami bisa membuat mereka kembali ke masa lalu dalam waktu singkat,” ujar Trump dalam pidatonya.
Situasi ini semakin memperlihatkan eskalasi retorika antara kedua negara, yang berpotensi memperkeruh kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































