BYD Tertekan, Industri Kendaraan Listrik Masuk Fase “Eliminasi Brutal”

BYD
Ilustrasi mobil listrik BYD. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Raksasa kendaraan listrik asal China, BYD, tengah menghadapi tekanan di tengah persaingan industri yang kian sengit. Perusahaan tersebut mencatat penurunan laba bersih sebesar 19 persen sepanjang tahun terakhir, menjadi 32,6 miliar yuan.

Penurunan ini menjadi yang pertama dalam empat tahun terakhir, menandai perubahan dinamika di pasar kendaraan listrik yang sebelumnya didominasi BYD. Produk andalan seperti seri Dynasty dan Ocean mulai kehilangan momentum di pasar domestik.

Persaingan yang semakin agresif dari kompetitor seperti Geely dan Leapmotor turut menekan performa penjualan. Kedua merek tersebut dinilai berhasil mengejar bahkan menyaingi inovasi teknologi yang selama ini menjadi kekuatan BYD.

Advertisement
Baca Juga :  Naked Klasik Rasa Modern, Honda CB500 Super Four Resmi Diperkenalkan

Dalam periode awal 2026, posisi BYD di pasar otomotif China bahkan turun ke peringkat empat, dengan angka penjualan yang merosot ke level terendah sejak masa pandemi.

Di tengah tekanan tersebut, perusahaan juga dikabarkan melakukan efisiensi dengan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerja. Saat ini, jumlah karyawan BYD tersisa sekitar 869 ribu orang.

Chairman BYD, Wang Chuanfu, mengakui bahwa industri kendaraan energi baru kini memasuki fase persaingan yang sangat ketat.

“Kami melihat industri ini sudah memasuki tahap eliminasi yang sangat brutal,” ujarnya.

Selama ini, BYD mengandalkan segmen mobil listrik dengan harga terjangkau untuk menguasai pasar. Namun, perubahan kebijakan pemerintah China yang menghapus insentif pajak untuk kendaraan listrik murah membuat margin keuntungan semakin tertekan.

Baca Juga :  Belum 3 Bulan, BYD FCB Ti7 Capai Penjualan 50.000 Unit di Negeri Tirai Bambu

Untuk menghadapi situasi tersebut, BYD mulai mengalihkan fokus pada inovasi teknologi, termasuk menghadirkan model baru dengan fitur pengisian daya cepat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan harga yang semakin ketat.

“Penguatan teknologi dan ekspansi pasar global akan menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ke depan,” demikian pandangan analis industri.

Kondisi ini mencerminkan perubahan besar dalam industri kendaraan listrik, di mana dominasi pasar tidak lagi mudah dipertahankan tanpa inovasi berkelanjutan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel