TIMETODAY.ID, JAKARTA — Chelsea resmi melepas Enzo Maresca sebagai manajer pada Kamis (1/1/2026), menandai berakhirnya kerja sama selama 18 bulan. Keputusan ini mengejutkan sebagian pihak, mengingat Maresca baru saja membawa klub meraih trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Menurut laporan Sky Sports dan The Guardian, ada beberapa faktor yang membuat manajemen Chelsea berani mengambil keputusan ini. Pertama, penurunan performa tim yang drastis di akhir 2025. Dari delapan laga terakhir, Chelsea hanya meraih dua kemenangan saat menghadapi Everton dan Cardiff City, sementara sisanya berakhir dengan tiga kekalahan dan tiga hasil imbang, termasuk di Premier League.
Selain performa, manajemen menyoroti penanganan cedera pemain. Reece James, Pedro Neto, dan Wesley Fofana, yang sempat berurusan dengan cedera, kembali dipaksakan bermain, sehingga menunjukkan kurangnya rotasi pemain yang optimal. Maresca juga dianggap kurang percaya pada lapis kedua tim, seperti Andrey Santos, yang beberapa kali dipertanyakan kemampuannya.
Alasan ketiga, Maresca mulai dilirik klub lain. Juventus dan Manchester City disebut tertarik pada pelatih berusia 45 tahun ini, kabarnya memanfaatkan situasi tersebut untuk menekan manajemen Chelsea.
Terakhir, sikap Maresca dianggap menimbulkan ketegangan internal. Ia menolak hadir dalam konferensi pers setelah hasil imbang kontra Bournemouth, yang membuat manajemen menilai ia sudah kehilangan motivasi di Stamford Bridge.
Meskipun meninggalkan Chelsea di peringkat lima klasemen Liga Inggris, klub masih berjuang untuk lolos ke babak knockout Liga Champions serta terus bersaing di Piala Liga Inggris dan Piala FA. Keputusan memberhentikan Maresca menunjukkan bahwa meski seorang manajer berhasil meraih trofi, faktor performa, manajemen cedera, tekanan eksternal, dan sikap internal tetap menjadi pertimbangan utama klub.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































