TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bola yang melaju kencang saat berolahraga memang sulit dihindari. Dalam olahraga seperti tenis, badminton, pickleball, squash, hingga futsal, benturan ke area mata bisa terjadi kapan saja. Meski sering dianggap ringan, cedera akibat hantaman bola berisiko menimbulkan gangguan serius pada penglihatan jika tidak segera ditangani.
Para ahli mengingatkan bahwa trauma pada mata tidak selalu langsung menunjukkan gejala. Karena itu, mengenali langkah pertolongan pertama menjadi hal penting untuk mencegah cedera berkembang lebih parah.
Benturan Bola Berisiko Merusak Struktur Mata
Mengacu pada American Academy of Ophthalmology (AAO), bola berukuran kecil yang melaju dengan kecepatan tinggi merupakan salah satu penyebab paling umum cedera mata saat berolahraga.
Benturan dapat memengaruhi berbagai bagian mata sekaligus, mulai dari kornea, iris, lensa, retina, hingga saraf optik. Cedera yang mungkin terjadi meliputi memar di sekitar mata, lecet pada kornea, perdarahan di bagian depan mata (hyphema), pergeseran lensa, robekan retina, bahkan kehilangan penglihatan permanen.
Temuan tersebut juga diperkuat dalam studi A Practical Guide for Sports Eye yang menyebut olahraga dengan bola kecil berkecepatan tinggi memiliki risiko tinggi menyebabkan trauma tumpul pada mata (blunt ocular trauma).
Yang perlu diwaspadai, kerusakan di dalam mata tidak selalu langsung terasa. Seseorang bisa tampak baik-baik saja setelah benturan, tetapi keluhan baru muncul beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.
Langkah Pertolongan Pertama
Jika mata terkena hantaman bola saat berolahraga, berikut langkah yang disarankan:
- Segera hentikan aktivitas
Jangan memaksakan diri melanjutkan permainan meski rasa sakit terlihat ringan. Beristirahat dapat membantu mencegah cedera bertambah parah.
- Lakukan kompres dingin
Tempelkan kompres dingin di area sekitar mata selama 10–20 menit untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Hindari memberikan tekanan langsung pada bola mata.
- Amati kondisi penglihatan
Perhatikan apakah muncul gangguan seperti pandangan kabur, bayangan, atau sensasi ada benda asing di dalam mata. Jika gejala tersebut muncul, segera periksakan diri ke dokter.
Hindari Hal-Hal Berikut
Saat mengalami benturan pada mata, ada beberapa tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan karena berisiko memperburuk cedera, yaitu:
- Menggosok mata.
- Menekan bola mata.
- Mencoba mengeluarkan benda yang menancap di mata.
- Menggunakan obat tetes mata tanpa anjuran tenaga medis.
Segera Cari Pertolongan Medis Jika Muncul Gejala Ini
Cedera mata membutuhkan penanganan segera apabila disertai tanda-tanda berikut:
- Penglihatan kabur atau menurun.
- Muncul kilatan cahaya.
- Terlihat banyak bintik hitam (floaters).
- Perdarahan pada mata.
- Nyeri hebat.
- Mata sulit dibuka.
- Bentuk pupil terlihat tidak normal.
- Mual atau muntah setelah benturan.
Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan cedera yang lebih serius, seperti perdarahan di dalam mata, robekan retina, atau peningkatan tekanan pada bola mata. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan penglihatan permanen.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































