Menyusuri Kota-Kota Kuno yang Hilang, Dari Mesir hingga Irak

kota-kota kuno
Tablet petunjuk kota Irisagrig. Foto: Live Science

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik guratan sejarah peradaban manusia, masih tersimpan kota-kota kuno yang keberadaannya tetap menjadi misteri. Meski tercatat dalam teks-teks kuno, lokasi kota-kota ini seakan ditelan waktu. Beberapa pernah ditemukan penjarah, artefak dan prasastinya menyebar ke pasar gelap, namun jejak kota itu sendiri masih tersembunyi.

Para arkeolog pun terus bekerja keras, menelusuri petunjuk dari prasasti dan tablet kuno, mencoba menghadirkan kembali kehidupan di kota-kota yang pernah berjaya ribuan tahun lalu. Dari Mesir hingga Irak, berikut enam kota kuno yang hingga kini tetap menjadi teka-teki sejarah.

1. Irisagrig: Kota dengan Singa dan Kuil Enki

Tak lama setelah invasi AS ke Irak pada 2003, ribuan tablet dari kota bernama Irisagrig muncul di pasar barang antik. Dari teks-teks itu, ahli memastikan kota ini pernah berjaya sekitar 4.000 tahun lalu di Irak.

Advertisement

Prasasti mengisahkan istana penguasa kota yang memelihara banyak anjing dan singa. Gembala singa mendapatkan jatah roti dan bir, sementara kuil untuk dewa Enki menjadi pusat festival dan upacara keagamaan. Sayangnya, lokasi kota masih belum terungkap, karena penjarah yang menemukannya tidak membuka rahasia itu.

2. Itjtawy: Ibu Kota Mesir yang Hilang

Firaun Amenemhat I membangun Itjtawy sebagai ibu kota baru Mesir sekitar 1981 SM. Nama Itjtawy berarti “Penakluk Dua Negeri,” menandai kekuasaan firaun atas Mesir atas dan bawah.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Penitipan Kucing Selama Mudik di Bogor

Meskipun kota ini menjadi pusat pemerintahan hingga 1640 SM, lokasi pastinya belum ditemukan. Arkeolog menduga Itjtawy berada di dekat Lisht, Mesir tengah, di mana banyak makam elit dan piramida Amenemhat I ditemukan.

3. Akkad: Pusat Kekaisaran yang Hilang

Akkad, atau Agade, menjadi jantung Kekaisaran Akkadia antara 2350–2150 SM. Kekaisaran ini membentang dari Teluk Persia hingga Anatolia. Kota ini terkenal dengan kuil “Eulmash” untuk Dewi Ishtar.

Hingga kini, Akkad belum pernah ditemukan, meski catatan kuno mencatat kota itu hancur atau ditinggalkan saat kekaisaran runtuh. Lokasinya diperkirakan berada di suatu tempat di Irak.

4. Al-Yahudu: Kota Yehuda di Babilonia

Al-Yahudu menjadi pemukiman bagi orang-orang Yahudi setelah Kerajaan Yehuda ditaklukkan Raja Nebukadnezar II pada 587 SM. Sekitar 200 tablet dari tempat ini menunjukkan penduduknya tetap menjaga iman mereka, menyebut Tuhan dengan nama Yahweh.

Lokasinya belum teridentifikasi, tetapi kemungkinan besar di Irak. Tablet-tablet yang muncul di pasar gelap memperkuat dugaan bahwa penjarah menemukan kota ini sebelum arkeolog bisa menelusurinya.

Baca Juga :  Teknologi vNOTES Hadirkan Operasi Ginekologi Minim Nyeri dan Tanpa Luka

5. Wassukanni: Ibu Kota Kekaisaran Mitanni

Wassukanni, ibu kota Kekaisaran Mitanni (1550–1300 SM), membentang di wilayah Suriah timur laut, Anatolia selatan, dan Irak utara. Kerajaan ini terkenal dengan penduduknya, bangsa Hurri, yang memiliki bahasa unik.

Kota ini belum ditemukan, tetapi dugaan kuat menempatkannya di timur laut Suriah. Sejarah mencatat bahwa kerajaan ini akhirnya runtuh setelah bersaing sengit dengan Kekaisaran Het dan Asyur.

6. Thinis: Jejak Awal Peradaban Mesir

Thinis, atau Tjenu, adalah kota kuno di Mesir selatan yang menjadi tempat raja-raja awal Mesir memerintah sekitar 5.000 tahun lalu. Meskipun ibu kota kemudian dipindah ke Memphis, Thinis tetap menjadi pusat provinsi selama Kerajaan Lama.

Lokasinya diyakini dekat Abydos, di mana banyak anggota elit dan keluarga kerajaan dimakamkan. Kota ini menjadi saksi awal penyatuan Mesir, menyimpan jejak sejarah yang menunggu untuk diungkap kembali.

Kota-kota kuno ini membuktikan bahwa sejarah manusia masih penuh misteri. Tablet, prasasti, dan artefak hanyalah potongan kecil dari cerita masa lalu yang menunggu penelusuran lebih lanjut. Seiring waktu, arkeolog terus bekerja, berharap suatu hari dapat menemukan kota-kota hilang itu dan menghidupkan kembali kisah peradaban yang telah lama tertelan waktu.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel