TIMETODAY.ID, JAKARTA — Fenomena embun upas kembali menjadi daya tarik wisata saat musim kemarau tiba. Ketika suhu udara di kawasan pegunungan turun drastis, embun yang menempel di permukaan tanah dan tumbuhan dapat membeku membentuk lapisan es tipis yang kerap dijuluki sebagai “salju tropis”.
Selama ini, Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai lokasi paling populer untuk menyaksikan fenomena tersebut. Namun, ada sejumlah kawasan pegunungan lain di Indonesia yang juga rutin mengalami embun upas, terutama pada Juli hingga Agustus.
Berikut beberapa destinasi yang dapat menjadi pilihan untuk menikmati keindahan embun beku.
1. Gunung Bromo, Jawa Timur
Kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu tempat favorit bagi wisatawan yang ingin melihat embun upas tanpa harus melakukan pendakian panjang.
Lapisan es tipis biasanya muncul di kawasan Lautan Pasir atau Kaldera Bromo hingga area Ranu Pani saat suhu udara berada pada titik terendah. Pada musim kemarau, suhu di kawasan tersebut dapat berkisar antara 2 hingga 9 derajat Celsius.
Pemandangan hamparan pasir yang berubah putih akibat embun beku menciptakan panorama yang berbeda dari biasanya dan menjadi momen yang banyak diburu wisatawan maupun fotografer.
2. Alun-Alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango
Bagi pendaki yang berada di wilayah Jabodetabek, Alun-Alun Suryakencana di Gunung Gede Pangrango menjadi lokasi lain untuk menikmati fenomena embun upas.
Sabana luas yang menjadi area perkemahan ini kerap diselimuti embun beku ketika suhu dini hari mendekati 0 derajat Celsius. Rumput, dedaunan, hingga permukaan tenda biasanya tertutup lapisan es tipis yang mulai terlihat jelas sekitar pukul 06.00 sebelum matahari bersinar penuh.
3. Puncak Gunung Lawu
Fenomena serupa juga dapat dijumpai di kawasan Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Embun upas umumnya muncul mulai Pos 5 hingga area puncak, termasuk di sekitar Gupakan Menjangan. Saat musim kemarau, suhu udara di kawasan ini dapat turun hingga sekitar 2–4 derajat Celsius sehingga rerumputan dan bebatuan tampak berkilau akibat tertutup lapisan es tipis.
Persiapkan Perlengkapan dengan Matang
Wisatawan yang ingin berburu embun upas perlu memperhatikan kondisi cuaca serta mempersiapkan perlengkapan yang memadai. Untuk destinasi pendakian seperti Gunung Gede maupun Gunung Lawu, disarankan membawa sleeping bag dengan kemampuan menjaga suhu minimal 10 derajat Celsius, pakaian berlapis, jaket berbahan hangat, pakaian termal, serta sarung tangan guna mengurangi risiko hipotermia.
Sementara bagi pengunjung Gunung Bromo, menjaga kondisi tubuh tetap prima juga menjadi hal penting mengingat suhu udara di kawasan tersebut bisa turun sangat rendah, terutama menjelang matahari terbit.
Dengan persiapan yang tepat, fenomena embun upas dapat menjadi pengalaman wisata alam yang unik sekaligus memperlihatkan sisi lain keindahan pegunungan Indonesia pada musim kemarau.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































