
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah gelapnya malam Laut Tengah, satu kapal kecil bernama Marinette terus melaju. Kapal berbendera Polandia itu kini menjadi satu-satunya armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang belum dicegat pasukan Israel.
Marinette membawa enam penumpang dan kru. Berdasarkan pelacakan real time GSF, Jumat (3/10/2025) dini hari waktu setempat, posisinya hanya berjarak 100 km dari garis pantai Jalur Gaza. Kapal itu bergerak pelan, sekitar 2,16 knot atau 4 km per jam—seolah berpacu dengan waktu sebelum konvoi terakhir ini ikut menghadapi penghadangan.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, kapten Marinette mengaku kapalnya sempat mengalami kerusakan mesin. Namun setelah diperbaiki, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.
“Dia menolak untuk kembali. Ini bukan sekadar kapal. Marinette adalah sumud, keteguhan dalam menghadapi ketakutan, blokade, dan kebrutalan,” tulis GSF dalam sebuah pernyataan di Instagram.
Penyelenggara flotilla memuji keberanian kapal terakhir ini. Bagi mereka, Marinette bukan hanya perahu kecil yang mencoba menembus blokade, melainkan simbol harapan untuk rakyat Palestina. “Palestina tidak dilupakan. Kami tidak akan pergi ke mana pun,” tegas pernyataan GSF.
Sejauh ini, komunikasi dengan Marinette masih berjalan lancar. Namun bayang-bayang ancaman tetap mengintai. Dari total 45 kapal yang berangkat dari Barcelona, Israel telah menyerbu 21 kapal dan menahan 433 aktivis dari 47 negara. Sebanyak 21 kapal lain sudah hilang dari pelacakan—kemungkinan besar dicegat di tengah laut.
Di antara kabar penangkapan, penahanan, dan kapal-kapal yang lenyap dari radar, Marinette berdiri sebagai pengecualian: kapal terakhir yang masih menantang gelombang dan blokade, mengibarkan pesan sederhana namun lantang—bahwa Gaza tidak sendirian.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































