
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat 185 kasus positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada semester awal tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 66 kasus berasal dari warga Kota Bogor, sementara 119 kasus lainnya dari luar daerah.
“Sebanyak 82 persen kasus HIV ditemukan pada laki-laki. Ini lebih tinggi dibandaing perempuan yang hanya 18 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bogor, Retno, Senin (18/8/2025).
Jika dirinci berdasarkan usia, kelompok 25–49 tahun mendominasi dengan 61,6 persen kasus. Retno menyebut kelompok ini tergolong usia produktif. Selain itu, terdapat 11 kasus HIV yang ditemukan pada remaja berusia 15–19 tahun.
HIV sendiri, lanjut Retno, merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
“Jika tidak cepat ditangani, imunitas akan melemah dan mudah terserang penyakit lain. Lebih parah lagi dapat berkembang menjadi AIDS. Tahun 2025 kami menemukan 75 kasus AIDS,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor, kata Retno, terus berupaya menekan penyebaran HIV. Di antaranya melalui kewajiban pemeriksaan HIV bagi warga yang hendak menikah, sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2016.
Retno menjelaskan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, menggelar skrining HIV di universitas, serta membentuk Duta HIV di kalangan pelajar SMA sederajat yang berperan sebagai konselor sebaya.
Ia menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam edukasi seksualitas dan kesehatan reproduksi.
Retno berharap para orang tua dapat mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, membangun komunikasi terbuka mengenai seksualitas, serta memahami bahaya HIV.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































