
TIMETODAY.ID, BOGOR – Komunitas Milenial Bergerak tumbuh menjadi wadah anak muda Bogor yang aktif di berbagai isu, mulai dari sosial, pemberdayaan pemuda dan pelajar, hingga lingkungan.
Berdiri sekitar dua tahun lalu, komunitas ini kini beranggotakan 50 orang, dengan 30 di antaranya berstatus pengurus aktif, ditambah sejumlah relawan yang dilibatkan dalam setiap kegiatan.
Ketua Milenial Bergerak, Anja Wirawan, mengatakan, gagasan pembentukan komunitas ini bermula dari sekelompok anak muda Bogor yang sebelumnya aktif di organisasi kepemudaan, namun kehilangan wadah setelah masa jabatan mereka usai. Alih-alih mendirikan organisasi baru, mereka mulanya hanya berniat membuat program berbagi makanan secara swadaya.
”Kita patungan, kita beli makanan, kita bagi-bagi. Cuman daripada kayak gitu sekali beres, ya udah kita buatlah komunitas,” kata Anja kepada timetoday.id, Sabtu (18/7/2026).
Komunitas ini berpusat di Kota dan Kabupaten Bogor, dengan cakupan kegiatan yang kini meluas hingga Depok dan Bekasi.
Di bidang pemberdayaan pemuda dan pelajar, Milenial Bergerak dalam waktu dekat akan meluncurkan program bertajuk JeNAKA (Jembatan Akademi dan Karakter Anak), yang menyasar anak-anak, remaja, dan pelajar di wilayah kerja komunitas tersebut.
Di bidang lingkungan, komunitas ini beberapa kali terlibat dalam aksi bersih-bersih bantaran sungai berkolaborasi dengan Forum Generasi Berencana (Genre) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Dalam salah satu aksi tersebut, relawan menemukan sejumlah sampah rumah tangga, termasuk bekas pembalut wanita dan popok bekas pakai, di sepanjang bantaran sungai.
Anja mengungkapkan, mayoritas sampah yang ditemukan berasal dari rumah tangga yang dibuang sembarangan ke sungai.
”Banyak sampah plastik yang bekas pembalut wanita. Terus juga ada beberapa kali saya nemu pampers bekas,” katanya.
Temuan tersebut membuat Anja mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
”Kita hidup itu berdampingan dengan alam, kita butuh alam, dan alam memberikan semuanya kepada kita. Jadi kita harus saling tukar benefit dengan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan, Milenial Bergerak membuka pendaftaran anggota baru dua kali dalam satu periode kepengurusan, yaitu pada April dan Oktober-November. Untuk periode 2026-2027, gelombang pendaftaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November mendatang.
Syarat utama bagi calon anggota adalah berdomisili di wilayah Bogor Raya, baik Kota maupun Kabupaten Bogor, serta merupakan bagian dari generasi Z atau milenial. Komunitas ini tidak menerapkan batasan usia secara ketat, namun mensyaratkan semangat berorganisasi, jiwa sosial, dan keinginan untuk terus berkembang.







































