Menyentuh Langit, Menyentuh Hati: Kisah Katy Perry dan Perempuan Pertama di Misi Antariksa Blue Origin

Katy Perry
Katy Perry dan lima perempuan yang menjadi kru misi penerbangan roket Blue Origin pertama yang seluruhnya perempuan. (dok. Instagram @katyperry)

TIMETODAY.ID — Pada Senin pagi, 14 April 2025 waktu Amerika, langit Texas menjadi saksi momen bersejarah ketika enam perempuan, termasuk penyanyi pop dunia Katy Perry dan tunangan Jeff Bezos, Lauren Sánchez, meluncur ke tepi luar angkasa dalam kapsul New Shepard milik Blue Origin. Bukan sekadar misi teknologi atau petualangan sains, penerbangan ini mengangkat makna yang jauh lebih dalam—tentang kepercayaan, ekspresi diri, dan kekuatan perempuan.

Roket New Shepard meluncur dari Launch Site One di utara Van Horn, Texas, tepat pukul 09.30 waktu setempat atau 20.30 WIB. Cuaca cerah mendukung perjalanan berdurasi 11 menit itu—cukup untuk membawa keenam penumpang ke batas atmosfer dan merasakan gravitasi nol dalam sejenak meditasi di langit.

Katy Perry, dengan wajah penuh haru, langsung sujud dan mencium bumi saat kembali, sebagai bentuk syukur atas keselamatan misi. Ia menyebut pengalaman itu sebagai “penerbangan tertinggi” dalam hidupnya. “Ini tentang penyerahan diri kepada hal yang tidak diketahui… tentang kepercayaan,” ucap Perry yang disambut peluk hangat sang suami, aktor Orlando Bloom.

Advertisement
Baca Juga :  Pesawat Eksperimental X-59 Milik NASA Sukses Lakukan Penerbangan Perdana

Namun momen paling menyentuh justru datang dari dalam kapsul saat Katy menyanyikan lagu What a Wonderful World saat kembali ke bumi. “Itu momen paling berkesan,” kata Gayle King, jurnalis senior dan salah satu penumpang dalam misi tersebut.

Peluncuran ini menjadi yang pertama dalam sejarah Blue Origin dengan seluruh kru perempuan, menyusul langkah Valentina Tereshkova dari Rusia yang solo flight ke luar angkasa pada 1963. Selain Katy Perry, Lauren Sánchez, dan Gayle King, ikut serta juga mantan teknisi NASA Aisha Bowe, aktivis hak sipil Amanda Nguyen, dan produser film Kerianne Flynn.

Bukan hanya soal sains dan sejarah, misi ini juga membawa sentuhan fesyen tinggi. Seragam antariksa yang dikenakan keenam perempuan ini merupakan hasil rancangan rumah mode Monse, dibuat khusus oleh desainer Fernando Garcia dan Laura Kim berkolaborasi dengan Sánchez. Terbuat dari bahan neoprene tahan api, desainnya ramping, feminin, tanpa bantalan bahu, namun tetap fungsional.

Sánchez menyebut seragam ini sebagai simbol revolusi kultural: “Biasanya, pakaian luar angkasa dibuat untuk pria. Kali ini, kita mendesain sesuatu yang benar-benar untuk perempuan—elegan, nyaman, dan modern,” katanya. “Saya rasa seragam ini membawa bumbu baru ke luar angkasa.”

Baca Juga :  Katy Perry Yakin Carrie Underwood Akan Berikan Pembimbingan Berharga untuk Kontestan American Idol

Di tengah pujian, misi ini juga menuai kritik. Aktris Olivia Munn mempertanyakan besarnya dana yang dihabiskan, sementara rapper Azealia Banks menyebut penerbangan ini sia-sia dan menyarankan dana dialihkan untuk isu lingkungan seperti pengelolaan sampah.

Meski demikian, misi NS-31 dari Blue Origin telah menciptakan satu babak baru dalam eksplorasi antariksa—di mana perempuan tidak hanya ikut serta, tapi memimpin, menyuarakan, dan merayakan keberadaan mereka di ruang yang dulu didominasi oleh laki-laki.

Dalam unggahan Instagram-nya, Katy Perry menulis: “Selamat Hari Penerbangan Antariksa Manusia Internasional. Selalu kagum dengan Alam Semesta dan keselarasannya.” Dari bumi hingga bintang-bintang, perjalanan ini adalah pengingat bahwa kekuatan manusia terletak pada kemauan untuk bermimpi, dan keberanian untuk mengejarnya—dengan penuh gaya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel