Sayuran Hijau Rentan Terkontaminasi, Begini Cara Mencucinya

Sayuran hijau
ilustrasi Sayuran hijau. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Sayuran hijau seperti bayam, selada, sawi, brokoli, hingga kale menjadi pilihan favorit karena kaya vitamin, mineral, dan serat yang baik bagi kesehatan. Namun, di balik kandungan gizinya, sayuran berdaun juga termasuk bahan pangan yang memiliki risiko terkontaminasi bakteri apabila tidak dibersihkan dengan benar sebelum dikonsumsi.

Para ahli keamanan pangan menjelaskan bahwa sayuran hijau lebih rentan terpapar mikroorganisme karena tumbuh dekat permukaan tanah. Selama proses budidaya, sayuran dapat bersentuhan dengan tanah, air irigasi, maupun kotoran hewan. Risiko tersebut semakin besar karena sebagian jenis sayuran kerap disajikan dalam kondisi mentah.

Direktur Center for Food Safety sekaligus profesor ilmu pangan di University of Georgia, Francisco Diez-Gonzalez, mengatakan sayuran berdaun kerap dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena tidak melalui proses pemanasan setelah dipanen.

Advertisement

“Sayuran berdaun sering dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena dikonsumsi tanpa melalui proses yang dapat membunuh mikroorganisme setelah dipanen dari lahan,” ujar Francisco Diez-Gonzalez, dikutip dari Everyday Health, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga :  6 Sayuran Rendah Kalori yang Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan

Meski tidak ada metode yang mampu menghilangkan seluruh kuman secara sempurna, para ahli menilai cara mencuci dan menyimpan sayuran dengan benar dapat menurunkan risiko kontaminasi secara signifikan.

Cara mencuci sayuran hijau yang benar

Sebelum menyentuh sayuran, pastikan tangan telah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir. Peralatan dapur seperti talenan, pisau, serta meja kerja juga perlu dibersihkan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Apabila sayuran masih dipenuhi tanah atau pasir, rendam terlebih dahulu dalam wadah berisi air dingin sambil digoyangkan perlahan agar kotoran terlepas. Setelah itu, pisahkan daun satu per satu lalu bilas di bawah air mengalir hingga bersih.

Langkah berikutnya adalah mengeringkan sayuran menggunakan salad spinner atau tisu dapur bersih. Selain membantu mengurangi sisa air, proses ini juga dapat memperlambat pembusukan.

“Proses pencucian dapat mengurangi sekitar 90 persen mikroba yang menempel di permukaan daun, dan mengeringkannya dengan tisu membantu menyempurnakan proses tersebut,” kata Diez-Gonzalez.

Perlukah direbus terlebih dahulu?

Untuk jenis sayuran berdaun tebal seperti kale, brokoli, dan bayam, ahli keamanan pangan menyarankan teknik blanching atau merebus sebentar sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan pangan.

Baca Juga :  Kenapa Orang Masih Percaya Brankas? Ternyata Bukan Sekadar Soal Keamanan

Caranya dengan mencelupkan sayuran ke dalam air mendidih selama beberapa saat, kemudian segera memindahkannya ke air es agar proses pemasakan berhenti. Selain membantu mengurangi mikroorganisme, teknik ini juga umum digunakan sebelum sayuran dibekukan agar warna tetap cerah dan teksturnya terjaga.

Pakar keamanan pangan dari Penn State University, Martin Bucknavage, mengatakan teknik blanching juga memiliki manfaat sanitasi.

“Blanching juga menghancurkan kuman, sehingga memang memiliki fungsi sanitasi,” ujarnya.

Namun, metode tersebut tidak dianjurkan untuk sayuran bertekstur lembut seperti selada karena panas dapat mengurangi kerenyahan dan mengubah cita rasanya.

Para ahli juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mencuci sayuran menggunakan sabun, cairan pemutih, maupun bahan pembersih rumah tangga. Residu bahan kimia tersebut dapat terserap ke dalam daun dan berpotensi membahayakan kesehatan apabila ikut terkonsumsi.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel