TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gelombang panas atau heatwave menjadi tantangan baru bagi para wisatawan yang berencana berlibur ke luar negeri. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara mengalami lonjakan suhu yang cukup ekstrem, termasuk destinasi favorit di Asia Tenggara seperti Thailand yang sempat mencatat suhu hingga sekitar 50 derajat Celsius.
Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Eropa dan Timur Tengah. Kondisi ini membuat wisatawan perlu mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang agar tetap nyaman sekaligus terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang membutuhkan penanganan medis segera. Karena itu, ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum maupun selama berlibur di tengah cuaca ekstrem.
1. Rutin memantau prakiraan cuaca
Sebelum memulai aktivitas setiap hari, luangkan waktu untuk mengecek prakiraan cuaca di destinasi yang akan dikunjungi. Selain suhu udara, perhatikan pula indeks sinar ultraviolet (UV) dan real feel atau suhu yang benar-benar dirasakan tubuh.
Jika indeks UV berada pada kategori sangat tinggi hingga ekstrem, sebaiknya sesuaikan jadwal perjalanan agar aktivitas luar ruangan dilakukan saat kondisi lebih aman.
2. Hindari aktivitas di luar saat matahari paling terik
Pada saat gelombang panas, paparan matahari biasanya mencapai puncaknya antara pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat. Beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut dapat meningkatkan risiko tubuh mengalami kepanasan.
Sebagai alternatif, manfaatkan waktu siang untuk mengunjungi lokasi berpendingin udara seperti pusat perbelanjaan, museum, galeri seni, perpustakaan, atau kafe. Aktivitas luar ruangan lebih ideal dilakukan pada pagi atau sore hari.
3. Minum air putih secara teratur
Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak sehingga cairan lebih cepat berkurang. Jangan menunggu haus untuk mulai minum.
Biasakan mengonsumsi air putih sedikit demi sedikit tetapi lebih sering sepanjang hari agar tubuh tetap terhidrasi. Sebaiknya batasi pula konsumsi alkohol maupun minuman berkafein tinggi karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
4. Gunakan tabir surya dan aplikasikan ulang
Paparan sinar UV saat gelombang panas bisa meningkatkan risiko kulit terbakar (sunburn). Oleh karena itu, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 yang memiliki perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB sebelum keluar dari penginapan.
Agar perlindungan tetap optimal, tabir surya perlu dioleskan kembali setiap sekitar dua jam, terutama jika banyak berkeringat atau setelah mencuci wajah.
5. Pilih pakaian yang nyaman
Busana juga berperan penting menjaga suhu tubuh tetap stabil. Gunakan pakaian berbahan ringan seperti katun atau linen yang mampu menyerap keringat dengan baik.
Pilih warna-warna terang karena lebih efektif memantulkan panas matahari. Lengkapi perlindungan dengan topi bertepi lebar dan kacamata hitam yang memiliki pelindung sinar UV.
6. Kenali gejala gangguan akibat panas
Wisatawan perlu mengenali tanda-tanda awal tubuh mengalami gangguan akibat suhu tinggi, seperti pusing, mual, kram otot, detak jantung meningkat, keringat berlebihan, atau tubuh terasa sangat panas.
Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan aktivitas dan cari tempat yang lebih sejuk atau memiliki pendingin ruangan. Longgarkan pakaian, minum air secara perlahan, dan lakukan pendinginan tubuh. Bila kondisi tidak membaik, segera cari bantuan medis.
7. Lengkapi perjalanan dengan asuransi wisata
Asuransi perjalanan menjadi perlindungan tambahan yang penting, terutama ketika berlibur ke negara dengan cuaca ekstrem. Pastikan polis yang dipilih mencakup biaya perawatan medis darurat maupun evakuasi jika diperlukan.
Perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi beban biaya apabila terjadi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan selama berada di luar negeri.
Liburan Tetap Menyenangkan Meski Cuaca Ekstrem
Gelombang panas tidak selalu menjadi alasan untuk membatalkan perjalanan. Dengan perencanaan yang matang, menjaga asupan cairan, membatasi aktivitas saat suhu sedang tinggi, serta memperhatikan kondisi tubuh, wisatawan tetap bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman meski berada di tengah cuaca yang ekstrem.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































