TIMETODAY.ID, BOGOR – Sekitar tujuh hektare dari total kebutuhan lahan Bogor Inner Ring Road (BIRR) di wilayah Bogor Selatan sudah masuk tahap administrasi. Progres ini menjadi penanda bahwa proyek jalan yang akan melintasi tujuh kelurahan tersebut mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju realisasi di lapangan.
Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi mengatakan, dari total kebutuhan lahan sekitar 11 hektare, sisa lahan yang belum tuntas saat ini masih dirumuskan bersama Pemerintah Kota Bogor dan DPRD. Pembahasan itu melibatkan langsung Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, hingga jajaran anggota dewan.
“Sekitar tujuh hektare sudah masuk dalam proses administrasi, sementara sisanya sedang dirumuskan oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, beserta para anggota dewan,” kata Harry, Kamis (23/7/2026).
Jalan BIRR direncanakan melintasi tujuh kelurahan di Bogor Selatan, yakni Mulyaharja, Pamoyanan, Harjasari, Genteng, dan Cipaku, dengan total kebutuhan lahan mencapai 11 hektare. Proyek ini merupakan salah satu program strategis yang dikawal langsung oleh kecamatan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan berbagai pihak terkait.
“Untuk proyek jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR), total luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 11 hektare yang akan melewati tujuh kelurahan,” ujar Harry.
Tahapan Dikebut Bertahap
Setelah proses pembebasan lahan rampung, pemerintah menargetkan pembangunan berjalan secara bertahap. Tahun ini, pekerjaan diawali dengan cut and fill atau pematangan lahan. Proses pembebasan lahan secara menyeluruh ditargetkan tuntas tahun depan, sebelum memasuki tahap pembangunan fisik pada tahun berikutnya.
“Targetnya, tahun ini kita lakukan cut and fill terlebih dahulu, tahun depan proses pembebasan lahan, dan tahun berikutnya adalah proses pembangunan fisik,” kata Harry.
Bagian dari Tiga Program Strategis
BIRR bukan satu-satunya proyek besar yang dikawal Kecamatan Bogor Selatan. Dua program strategis lain yang juga tengah berjalan adalah Alih Trase Jalan Batu Tulis dan program Sekolah Rakyat.
Harry menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah agar kondisi jalan dan fasilitas wilayah mampu mengikuti kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami berharap dalam lima tahun ke depan, infrastruktur di wilayah Bogor Selatan sudah bisa menyesuaikan dengan harapan dan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan berbagai program pembangunan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Kecamatan bersama Forkopimcam disebutnya terus melakukan koordinasi untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































