Udang Kaya Protein dan Omega-3, tetapi Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai

Udang
Ilustrasi udang. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAUdang menjadi salah satu makanan laut yang banyak digemari karena cita rasanya yang khas dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Di balik kelezatannya, seafood ini juga menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi udang tetap perlu dilakukan secara bijak karena dapat menimbulkan risiko tertentu, terutama jika dimakan secara berlebihan atau oleh orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Udang dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi dengan kandungan kalori yang relatif rendah. Dalam satu porsi sekitar 85 gram udang matang, terkandung sekitar 20 gram protein serta beragam mineral penting, seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium, zinc, dan yodium.

Advertisement

Selain itu, udang juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 serta antioksidan yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. Kandungan lemaknya pun tergolong rendah sehingga kerap menjadi pilihan menu bagi mereka yang ingin memenuhi kebutuhan protein.

Beragam Manfaat untuk Kesehatan

Kandungan protein pada udang berperan penting dalam membantu pembentukan dan perbaikan sel maupun jaringan tubuh. Nutrisi tersebut juga dibutuhkan dalam proses pembentukan enzim serta hormon yang menunjang berbagai fungsi organ.

Baca Juga :  Di Balik Rasa Pahitnya, Pare Tawarkan Segudang Manfaat Kesehatan

Udang juga menjadi salah satu sumber yodium yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme, sehingga asupan yodium yang cukup penting untuk menjaga kinerja tubuh tetap optimal.

Di sisi lain, kandungan kalsium di dalam udang turut mendukung kesehatan tulang dan gigi. Mineral ini juga berperan dalam membantu kontraksi otot, proses pembekuan darah, serta produksi hormon.

Tak hanya itu, keberadaan asam lemak omega-3 dan omega-6 diyakini dapat membantu menjaga kesehatan jantung apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan

Meski menawarkan banyak manfaat, konsumsi udang juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah reaksi alergi, terutama bagi orang yang memiliki riwayat alergi terhadap makanan laut. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, pembengkakan pada wajah atau mulut, hingga sesak napas. Dalam kondisi tertentu, reaksi alergi berat atau anafilaksis dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis segera.

Baca Juga :  Diabetes Tipe 5: Ancaman Senyap dari Kekurangan Gizi

Risiko lain adalah tersedak apabila bagian kulit, ekor, atau cangkang udang tidak dibersihkan dengan baik sebelum dikonsumsi. Karena itu, memastikan udang telah diolah secara benar menjadi langkah penting sebelum disajikan.

Udang yang tidak dimasak hingga matang juga berpotensi menyebabkan keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri. Kondisi tersebut umumnya ditandai dengan mual, muntah, diare, sakit perut, hingga sakit kepala yang muncul beberapa waktu setelah makanan dikonsumsi.

Selain itu, udang diketahui mengandung kolesterol dalam jumlah cukup tinggi. Meski penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu berdampak sama pada setiap orang, konsumsi udang tetap disarankan dalam porsi yang wajar, terutama bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi atau berisiko mengalami penyakit jantung dan stroke.

Mengonsumsi udang sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Namun, jumlah konsumsi sebaiknya tidak berlebihan dan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi penderita alergi seafood atau yang memiliki penyakit tertentu, berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum rutin mengonsumsi udang menjadi langkah yang dianjurkan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel