Kekurangan Zat Besi Bisa Picu Kenaikan Berat Badan, Benarkah?

Zat Besi
Kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan tubuh lemas, tetapi juga dapat memengaruhi metabolisme dan berkontribusi pada perubahan berat badan. ilustrasi suplemen zat besi (pixabay.com/Jarmoluk)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak orang mengira kenaikan berat badan hanya disebabkan oleh pola makan berlebihan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, ada faktor lain yang sering luput dari perhatian, salah satunya adalah kekurangan zat besi.

Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin akan menurun sehingga distribusi oksigen ke seluruh jaringan tubuh menjadi tidak optimal. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih cepat lelah, metabolisme melambat, dan aktivitas fisik menurun. Tanpa disadari, hal tersebut bisa berkontribusi pada penambahan berat badan jika tidak ditangani dengan baik.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui terkait hubungan kekurangan zat besi dan perubahan berat badan.

Advertisement

Gejala Kekurangan Zat Besi

Tidak semua orang yang mengalami kekurangan zat besi langsung merasakan gejala yang jelas. Bahkan, beberapa tanda sering kali sulit dikenali.

Gejala kekurangan zat besi tanpa anemia antara lain:

  • Mudah lelah
  • Kurang energi untuk berolahraga
  • Sindrom kaki gelisah
  • Rambut rontok
  • Sering ingin makan es
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi

Sementara itu, jika sudah berkembang menjadi Anemia Defisiensi Zat Besi, gejalanya dapat meliputi:

  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Tubuh terasa sangat lemah dan lelah
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas atau nyeri dada saat beraktivitas
  • Keinginan makan es atau tanah liat
  • Lidah terasa sakit
  • Kuku mudah patah
  • Rambut rontok
Baca Juga :  Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Teh yang Baik untuk Kontrol Gula Darah

Jika mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa kadar feritin dalam darah sebagai indikator awal kekurangan zat besi.

Penelitian tentang Anemia dan Perubahan Berat Badan

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan anemia, khususnya anemia defisiensi besi. Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan peningkatan hormon hepcidin yang memengaruhi kemampuan tubuh menyerap zat besi.

Namun, perubahan berat badan tidak selalu disebabkan langsung oleh anemia. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti nafsu makan, tingkat aktivitas, hingga penyakit yang mendasarinya.

Misalnya, anemia yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dapat memicu penurunan berat badan. Sebaliknya, penyakit kronis seperti kanker juga dapat menyebabkan anemia sekaligus penurunan berat badan yang tidak direncanakan.

Apakah Meningkatkan Zat Besi Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengatasi kekurangan zat besi dapat membantu proses pengelolaan berat badan. Dalam beberapa kasus, pengobatan defisiensi zat besi dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Namun, penelitian tersebut masih terbatas dan umumnya melibatkan sampel kecil. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan langsung antara peningkatan kadar zat besi dan penurunan berat badan.

Kemungkinan lain adalah meningkatnya kadar zat besi membuat energi tubuh bertambah. Hal ini dapat membuat seseorang lebih aktif secara fisik, sehingga membantu proses penurunan berat badan.

Baca Juga :  Cuka Apel dan Khasiatnya untuk Wanita, Bisa Bantu Diet hingga Atasi Jerawat

Cara Meningkatkan Kadar Zat Besi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh, antara lain:

  • Mengonsumsi suplemen zat besi, seperti ferrous sulfate, ferrous gluconate, ferric citrate, atau ferric sulfate sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Mengonsumsi makanan yang diperkaya zat besi, seperti roti dan sereal gandum utuh.
  • Memperbanyak makanan kaya zat besi, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, daging, unggas, dan makanan laut.
  • Mengombinasikan zat besi dengan vitamin C, misalnya dengan mengonsumsi buah jeruk, tomat, atau paprika agar penyerapan zat besi lebih optimal.

Strategi Pengelolaan Berat Badan yang Sehat

Selain menjaga asupan zat besi, pengelolaan berat badan juga perlu dilakukan dengan pola hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang
  • Tetap aktif secara fisik
  • Tidur yang cukup
  • Mengelola stres melalui aktivitas relaksasi seperti meditasi atau yoga
  • Membatasi makanan dan minuman tinggi gula tambahan

Memahami hubungan antara kekurangan zat besi dan berat badan dapat membantu kita melihat bahwa angka di timbangan tidak hanya dipengaruhi oleh kalori, tetapi juga oleh keseimbangan nutrisi dalam tubuh. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel