Riset Ungkap Tanda Penurunan Fungsi Otak Bisa Terlihat dari Cara Bicara

otak
Kecepatan bicara ternyata bisa jadi tanda penting kesehatan otak. Riset baru ungkap perlambatan bicara dapat menunjukkan penurunan fungsi kognitif. Yuk lebih peka terhadap perubahan diri dan orang terdekat! ( foto : freepik )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan kembali menemukan cara baru untuk mendeteksi tanda-tanda penurunan fungsi otak, termasuk penyakit alzheimer, hanya melalui cara seseorang bicara. Penelitian dari University of Toronto menunjukkan bahwa kecepatan berbicara dapat menjadi indikator penting kesehatan kognitif seseorang.

Alzheimer sendiri merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan penurunan memori, kemampuan berpikir, dan fungsi harian secara bertahap. Kondisi ini terjadi karena kerusakan sel saraf di otak dan biasanya semakin memburuk seiring waktu.

Dalam riset terbaru, para peneliti menyoroti kondisi bernama lethologica, yaitu kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara. Kondisi ini bisa dialami siapa pun, tetapi menjadi lebih umum pada mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Advertisement
Baca Juga :  Alarm UNICEF, 188 Juta Anak Obesitas di Dunia, Kalahkan Angka Malnutrisi

Untuk mengetahui hubungannya dengan kemampuan otak, para ahli menguji 125 orang dewasa berusia 18–90 tahun. Peserta diminta menjelaskan sebuah adegan secara detail sambil diperlihatkan gambar benda sehari-hari dan mendengarkan audio yang bisa membantu atau justru membingungkan mereka. Misalnya, ketika melihat gambar sapu, audio bisa menyebut “sapu” atau sebaliknya “pel” untuk mengacaukan persepsi sejenak.

Hasilnya, peserta yang memiliki kecepatan bicara alami lebih cepat pada tugas pertama juga mampu memberikan jawaban lebih cepat pada tugas berikutnya. Temuan ini menguatkan processing speed theory, yang menyebutkan bahwa perlambatan umum dalam pemrosesan kognitif adalah inti dari penurunan fungsi otak, bukan hanya masalah memori.

Baca Juga :  Skip Sarapan Vs Skip Makan Malam, Mana Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

“Orang tua jauh lebih lambat daripada orang muda dalam menyelesaikan berbagai tugas kognitif, termasuk menamai gambar atau membaca kata,” ujar psikolog Hsi T Wei, peneliti utama, dikutip dari Science Alert.

Wei menambahkan bahwa dalam percakapan sehari-hari, orang lanjut usia juga lebih sering mengalami jeda saat berbicara atau mengucapkan ‘uh’ dan ‘um’, serta memiliki kecepatan bicara yang lebih lambat. Temuan ini dapat membantu deteksi dini gangguan kognitif dan membuka peluang intervensi lebih awal. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel